MY LIVE, MY HEART, MY SOUL

Blog EntryCinta Yang Tak Pernah Mati Untuk OliviaApr 11, '08 10:15 PM
for everyone
“bangun vi....ini mama nak...“ astrid menggenggam tangan olivia erat seolah tak ingin melepaskannya lagi. tapi mata buah hatinya itu tak kunjung terbuka. ia tetap terpejam erat seolah tidak menyadari kehadiran astrid disampingnya.

“vi..bangun sayang...ovi sayang mama kan? ovi nggak pengen mama sedih kan? kalo ovi nggak pengen mama sedih ovi bangun ya sayang..mama sudah beliin boneka barbie buat ovi..“ ia meletakkan boneka barbie baru yang telah lama diidam idamkan oliv disisi pembaringannya. tapi olivia tetap tak bergerak. ia tetap tak bergeming di tempat tidurnya di antara selang2 yang menancap disekujur tubuhnya.

pipinya yang biasanya merona merah itu kini pucat. bibir mungilnya yang biasanya tak pernah berhenti berceloteh riang kini terkatub diam. mata bulatnya yang biasanya bersinar kini terpejam rapat. ia tak bergeming sedikitpun walaupun astrid tak henti2nya membisikkan kata2 diantara derai air matanya.

dokter memang telah mengatakan bahwa hanya suatu keajaiban lah yang bisa menyembuhkan olivia sejak radang otak itu menyerangnya sebulan yang lalu. tapi astrid tidak perduli. ia yakin tidak ada yang tidak mungkin didunia ini selama Allah menghendaki. kun fayakun. maka jadilah. itulah mengapa ia tak pernah berhenti berdoa memohon pada yang kuasa agar menyembuhkan olivia. .

ketika ilmu pengetahuan manusia sudah tidak mampu untuk menyembuhkan. ketika harapan sudah nyaris hilang. kepada siapa lagi doa digantungkan kalau tidak kepada Nya?

sesuai firman Allah “dan apabila aku sakit maka dialah yang menyembuhkan“ QS 26:80

astrid sangat percaya itu. makanya kenapa ia tak kenal lelah berdoa. memohonkan kesembuhan untuk olivia diantara sujud sujud panjangnya. memompakan semangat lewat dzikir dan doa yang tak henti dibisikkan ditelinganya.

di belainya terus rambut ikal oliv. walaubagaimanapun ia telah menyerahkan semuanya pada Allah. manusia hanya mampu berusaha. Allah yang menentukan. ia hanya berharap yang terbaik untuk olivia nya tercinta. ia memang tidak ingin kehilangan buah hatinya. tapi ia juga tidak mempunyai hak milk apapun pada olivia. anak hanyalah tiţipan. sang empunya bisa mengambil nya sewaktu2. kalau tidak sekarang. pasti dilain waktu.

demikian juga dirinya. ia tidak mempunyai hak sedikitpun akan jasadnya. sewaktu2 jika tiba waktunya iapun juga akan pergi meninggalkan dunia yang fana ini.

dunia hanyalah sebuah persinggahan. ibarat kita mencelupkan telunjuk ke lautan, maka air yang menempel pada jari telunjuk itulah kehidupan didunia ini.

Astrid sangat menyadari itu. karenanya diantara usaha maksimalnya selama ini ia juga menyerahkan sepenuhnya kepada Yang Maha Kuasa. Tidak ada yang dapat menghalangi jika ia berkehendak.

Pun ketika pada akhirnya mata bulat Olivia terbuka sejenak. Astrid sudah menyadari bahwa itulah pertemuan dengan Olivia terakhir kali. Mata itu memandangnya sekejap. Namun Astrid yakin Olivia bisa melihatnya dan merasakan kehadirannya. Ia hanya mampu memberikan senyum terbaiknya sambil menggenggam tangan mungil Oliv erat erat. Bibirnya tak henti hentinya membisikkan kalimat tauhid untuk buah hatinya tercinta.

Mata bulat itu akhirnya kehilangan sinarnya. Olivia pergi dalam pelukan hangat Astrid tanpa sepatah katapun terucap dari bibirnya. Seulas senyum tersungging di bibir mungilnya seolah ingin mengatakan pada Astrid bahwa ia telah ridha meninggalkan dunianya.

"Pergilah dengan tenang nak...tunggu mama disurga..." Astrid melepas kepergian buah hatinya dengan  kepasrahan yang mengkristal di benaknya.

"Olivia memang sudah tiada...tapi ia akan terus hidup didalam hati saya..." Perempuan itu mengakhri kisahnya pada saya ditengah gerimis hujan diruang tunggu rumah sakit Mitra Keluarga. Seorang perempuan luarbiasa yang saya temui beberapa bulan silam. Seorang perempuan yang menyisakan sebuah pelajaran tentang arti kefanaan dunia dan seisinya. Semoga ia senantiasa diberi ketabahan menjalani sisa hidupnya tanpa Olivianya tercinta.

Bekasi, 12 April 2008

utara19 wrote on Apr 13, edited on Apr 13
innalillahirojiun...

tapi kan masih bisa buat olivia yang lain kan ? :D
wildflower81 wrote on Apr 13
hmmmmm.....utara???
utara19 wrote on Apr 13
lah kenapa mbak ?

sedih sih sedih, tetapi jangan sampai berlarut..

satu detik yang telah berlalu itu adalah petunjuk untuk satu detik yang akan datang...

itu semua maunya Allah, jangan sampai berlebihan menyikapinya..

hilang Olivia satu, ya buat olovia lagi.. 2 atau 3 lagi.. :D

kalau sudah janda, ya menikah lagi, :D

jangan diambil hati deh.. :D
wildflower81 wrote on Apr 14
nggak diambil hati, di ambil ampela..
noviarman wrote on Apr 14
siapa sih olivia?
wildflower81 wrote on Apr 14
olivia...anaknya seorang ibu yang saya temuin di rumah sakit mitra keluarga...coba deh baca endingnya...
noviarman wrote on Apr 14
oooh, olivia nyang entu, kirain olivia anaknya pak mamat nyang baru aja lahiran...
wildflower81 wrote on Apr 15
anaknya pak mamat nyang baru aja lairan bukannya namanya si encum bang..? pan bang nopiarman nyang ngejar2 plus motongin kambingnya..
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help