Bos saya satu ini memang lain banget. Usilnya selangit. Dan yang paling sering jadi sasaran keusilannya siapa lagi kalau bukan kami, anak buahnya, soalnya dia tahu kami nggak bakalan berani protes tiap kali jadi korban keisengannya
Yang paling ngebetein, Akhir akhir ini sayalah yang paling sering jadi bulan bulanan keisengannya sejak saya merubah cara berpakaian saya dengan kerudung lebar, mengganti celana panjang saya dengan rok dan berkaos kaki. Mau tahu komentar2 nya tiap hari?
“he, sampean sekarang kok kurus?“ katanya suatu hari. Saya hanya menanggapi dengan tersenyum kecil tanpa menjawab sama sekali karena saya tahu buntutnya pasti nggak enak. Dan benar kan ..ia melanjutkan kalimatnya lagi “apa karena di bungkus rapet trus keringetan ya..“
Atau pada suatu hari ketika ia melihat saya mengenakan kalung yang terbuat dari batu2 warna warni dengan maksud untuk mempercantik penampilan, eh malah di katain kayak dukun pedalaman irian jaya, “tinggal mbakar menyan aja sampean..“ katanya semena mena sambil tertawa lebar dan berlalu.
Kesel nggak ?
Atau suatu saat ia juga pernah berkomentar gini ke saya “sampean kalo orang nggak tau pasti dikira guru madrasah“
Ia sering banget bercerita tentang masa mudanya, yang katanya anak band lah, preman lah, rambutnya sepundaklah..pokoknya kesimpulannya preman abiz!
Tapi suatu saat secara tak sadar ia juga bercerita kalau ia sempet nggak doyan makan seminggu gara gara diputus pacarnya waktu itu.
Wah ini kesempatan saya nyerang balik, “lah katanya preman pak.. kok diputusin cewek aja nggak doyan makan seminggu“
Tapi ia selalu punya jawaban “preman juga manusia..“
Bos saya ini memang orangnya rada aneh. Pelupanya juga selangit. Pernah suatu saat ia memanggil saya ke ruangannya. Pembicaraan kami terputus oleh dering telpon di mejanya. Ia mengangkat telpon sejenak kemudian mencari salah seorang teman saya, sambil meninggalkan telpon dalam keadaan terbuka dimeja. Sewaktu kembali dengan terburu2 ia duduk lagi dimejanya dengan raut muka serius, kedua tangannya memegang kertas laporan dan ngomong sendiri! “emang belum terima laporannya ? Anak buah saya sudah kirim dari tadi bla bla bla“ dengan suara kencang.
Ia baru tersadar beberapa menit kemudian kalau ternyata ia belum mengangkat gagang telepon !