Malam ini entah sudah berapa malam saya tidak bisa memejamkan mata barang sekejap.
Entah sudah berapa kali saya menyiksa diri dengan minum bergelas gelas kopi dan berbutir butir obat sakit kepala. Tapi semuanya tidak ada yang membantu. Keresahan itu terus menyelimuti hati dan jiwa.
Fikiran saya melayang jauh. Ke suatu masa sewaktu semua masih baik baik saja, sewaktu semua masih menjadi milik saya, sewaktu semua orang belum pergi meninggalkan saya.
Diary saya tahu bahwa saya tidak boleh cengeng menghadapi pahitnya kenyataan hidup, dan getirnya pil pahit yang harus saya telan mentah mentah.
Karena kenyataan memang tidak akan selalu seindah impian.
Meski Tidak ada satu tempatpun untuk mengadu, dan tidak ada satu orangpun berpaling meluangkan waktu.
Diary hari ini saya mencoba bersahabat dengan kesunyian ditengah keramaian sekitar saya.
Mencoba berdamai dengan kepahitan ditengah canda riang saya.
Mencoba berkompromi dengan ketidakperdulian ditengah tawa lepas saya.
Hari ini, esok dan seterusnya, semoga sinar terang itu segera datang menyapa dan menyinari kegelapan di langit hati saya.
masak sih puitis ? Ga nyangka ada yg ngatain puitis juga..mungkin karena coming from the soul kalee yah..btw tks udah ngingetin msh ada dikau di ujung sana...masak apa hari ini? Laper nih..