MY LIVE, MY HEART, MY SOUL

Blog EntryPerkenalkan Nama Saya Surti...Mar 28, '08 2:15 AM
for everyone
Sore itu ia duduk bersimpuh di teras rumah saya dengan pandangan mata tertunduk ke lantai. Penampilannya sederhana, berbalut bus coklat dari bahan tetoron dipadu rok panjang sebatas mata kaki berwarna hitam. Sebuah tas pakaian tergeletak begitu saja disampingnya.

Tidak ada raut kelelahan pada wajahnya padahal ia baru saja menempuh perjalanan cukup panjang antara Yogya Bekasi.

"Perkenalkan nama saya Surti" ia memperkenalkan diri dengan tutur bahasa yang   halus.Tatapan matanya teduh, tindak tanduknya santun, rambutnya tertutup rapat oleh sebuah kerudung usang

Kami terlibat percakapan cukup akrab saat itu tentang siapa dirinya, bagaimana ia bisa berada di teras rumah saya sore itu setelah pertemuan dengan ibu saya di Yogya yang mengabarkan bahwa saya sedang mencari seorang pembantu rumah tangga. Serta merta ia mengiyakan tawaran ibu saya tanpa berfikir panjang lagi. Maka disinilah sekarang Surti berada.

Ia memang hanya seorang wanita desa sederhana yang tidak pernah mengenyam bangku pendidikan.

Ia juga tidak pernah mengerti tentang segudang teori kehidupan yang tertuang dalam buku buku tebal karya penulis penulis ternama.

Ia juga tidak pernah mendengar dan memahami segala macam teori tentang konsep ke Tuhanan.

Tidak pernah mengerti bahkan mendengar segala propaganda tentang cara  menyembah Tuhannya dengan baik dan benar, seperti yang selalu di degung-dengungkan di corong-corong masjid, di seminar, di kajian kajian.

Ia benar-benar hanya seorang perempuan desa sederhana tanpa sebaris teori apapun di otaknya.

Namun ada   yang tidak sederhana darinya.

Ia mempunyai sesuatu yang tidak saya punyai. keikhlasan, keberterimaan, atas segala sesuatu yang ia miliki sekarang. Ia cukup berbahagia menjadi seorang Surti yang ada sekarang ini.

Seorang Surti dengan pemikiran sederhana namun sanggup memegang teguh komitment untuk selalu istiqomah pada Tuhannya tanpa merasa perlu berhitung-hitung terhadap apa yang telah Tuhannya berikan pada nya.

"Sudah terlalu banyak yang Gusti Allah berikan pada saya bu..." katanya mengejutkan.

Saya termenung. Terlalu banyak ? Apa ? rumah gubuk sekedar untuk bisa ditinggali pun ia tak punya, kendaraan ? boro-boro..., makan sehari 3 kali ? sudah terlalu mewah baginya. ia benar-benar tidak memiliki apa apa selain sepotong pakaian yang melekat di tubuh kurusnya, serta beberapa helai lagi di   dalam tas pakaiannya. lalu apa ?

"saya masih bisa bernafas, masih mempunyai anggota tubuh yang lengkap, masih di beri umur panjang hingga hari ini sehingga mempunyai kesempatan lebih banyak untuk beribadah, dan lain lain adalah banyak hal yang patut saya syukuri bu..." ia menyahut panjang lebar.

Saya nyaris tersedak. Rasanya saya tidak percaya kata-kata itu keluar dari bibirnya. Tiba tiba  saya merasa malu pada Surti. Saya yang tidak henti hentinya berkeluh kesah terhadap sulitnya hidup di zaman yang serba susah,  tentang kenaikan gaji yang cuma 3 persen, tentang keinginan untuk hidup layak menurut ukuran saya, tentang vonis  terhadap diri sendiri sebagai manusia termalang didunia karena segala problematika kehidupan yang saya alami. hingga melupakan karunia karunia Tuhan yang lain.

Karunia-karunia yang tidak pernah saya sadari, karunia yang selama ini saya lupakan, karunia yang tidak pernah saya syukuri..

"Maka nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan ?"

Saya terpekur merenungkan kata kata surti barusan. Ia tidak usah mendakwahi saya dengan segudang teori, cukup dengan memandang sosoknya saja sudah merupakan suatu teguran untuk saya, suatu pembelajaran tentang banyak hal yang selama ini tidak pernah saya  sadari, banyak hal yang tidak pernah saya syukuri..

Terima kasih Surti..

Bekasi, 28 Maret 2008













amoururgodthanyours wrote on Mar 28
Subhanalloh,..luar biasa
siketek wrote on Mar 28
Subhanallah ,, sungguh sangat ingin bs menjadi seperti Ibu Surti ,,

pelajaran bs datang dr mana saja, siapa saja dan kapan saja ,, dan sesungguhnya semua hanya karena ALLAH ,,

semoga masing2 dr qt bs mengambil hikmah ,, dan semoga qt semua tmasuk kedalam golongan orang-orang yang bersyukur *amiin*
wildflower81 wrote on Mar 28
Amiin..
wildflower81 wrote on Mar 28
Amiin..
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help