Kita telah belajar terbang di udara seperti burung
Menyelam di dalam laut seperti ikan
Kini yang perlu kita pelajari adalah..
Berjalan di dunia ini seperti manusia
(Kahlil Gibran)
Assalammualaikum Wr. Wb
Membaca puisi Kahlil Gibran diatas membuat saya termenung dan berfikir. Betapa amat sangat susahnya belajar menjadi seorang “Manusia”. dalam arti sesungguhnya.
Manusia seperti yang dimaksudkan oleh Allah pada saat menciptakan Adam dan hawa dahulu kala. Manusia yang tidak sekedar berjalan di muka bumi tanpa arah dan tujuan yang pasti.
Belajar menjadi “Manusia” memang tidak akan pernah berhenti selama hayat di kandung badan. Setiap malam saat bermuhasabah, menghitung hitung kebaikan apa saja yang sudah saya lakukan seharian ini, atau pelanggaran pelanggaran apa saja yang sudah saya kerjakan, selalu berakhir pada kesimpulan betapa amat sangat susah dan beratnya untuk menjadi seorang manusia yang ideal di mata Allah. Selalu lebih banyak pelanggaran pelanggaran yang saya lakukan ketimbang kebaikan kebaikan yang saya kerjakan. Padahal saya tahu bahwa Allah tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaNya. itu berarti segala aktifitas keseharian kita mulai dari membuka mata di pagi hari hingga tidur lagi di malam hari harus menjadi sesuatu yang bernilai ibadah kepada Nya.
Manusia telah diciptakan Allah dengan segala konsekwensinya. Sebelum roh ditiupkan, telah terjadi perjanjian antara sang manusia dan sang khalik tentang segala konsekwensi konsekwensi ini. Tentang segala kewajiban-kewajiban yang harus dijalankan dan larangan larangan yang harus ditinggalkan. Dalam artian seluruh gerak dan aktifitas yang kita lakukan seharihari tidak boleh menyimpang atau keluar dari koridor koridor yang telah ditetapkan dalam Alquran dan hadist. Menurut saya itulah hakekat manusia yang sesungguhnya
Namun entah kenapa hasil muhasabah saya setiap malam selalu saja berakhir pada kesimpulan betapa amat sangat jauhnya nilai diri saya terfhadap “kriteria manusia yang baik” itu di mata Allah sehubungan dengan banyaknya peran yang haru saya jalankan sehari hari..
Saat menjalankan peran sebagai seorang ibu, itu berarti saya harus menjadi seorang ibu yang baik untuk anak anak saya. Melindungi, mengayomi, mencukupi kebutuhan mereka, mendidik, membesarkan, membekali mereka dengan pemahaman agama yang baik, mempersiapkan mereka menjadi muslim dan muslimah yang baik dan sebagainya.
Atau saat saya menjalankan peran saya sebagai seorang istri itu berarti saya harus menjadi istri yang baik untuk suami saya, mengabdikan diri sepenuhmya, melayanimya, menyiapkan semua kebutuhannya, menyenangkannya, menjaga amanah nya dan sebagainya.
Atau berusaha semaksimal mungkin menjalankn peran peran saya yang lain. Menjadi seorang pekerja yang baik pada saat bekerja di kantor. Dalam arti menjalankan pekerjaan pekerjaan saya tepat waktu, memanfaatkan jam kerja semaksimal mungkin, tidak menkorupsi jam kerja saya untuk menjalankan aktifitas pribadi (ini yang paling susah), dan lain lain
Atau menjadi seorang pendengar yang baik pada saat ada seseorang yang membutuhkan saya menjadi pendengar, menjadi seorang pembicara yang baik pada saat harus berbicara, atau bahkan menjadi seorang yang lebih baik diam pada saat harus diam, dan sebagainya.
Saya kembali teringat pada nasehat sesorang teman yang pernah mengingatkan bahwa semuanya tidak bisa berhenti hanya pada kata “Ingin” tetapai bagaimana kita mewujudkan semua itu menjadi wujud nyata dalam kehidupan kita sehari hari, merealisasikan, mengimplementasikannya menjadi suatu yang sinergi dengan gerak dan aktifitas kita sehari hari !
Muhasabah memang harus selalu kita lakukan setiap hari, menganalisis seberapa jauh pencapaian yan telah kita lakukan hari ini, kemudian mencari caused analysis, penyebab masalah mengapa hanya “sebegitu saja” pencapaian kita, diikuti corrective action, tindakan perbaikan esok hari.
Continual improvement seyogyanya menjadi sesuatu yang tidak akan pernah berhenti, stuck pada satu titik. Ia adalah sesuatu yg harus senantiasa terus kita lakukan setiap detik, setiap saat hingga titik darah penghabisan kelak.
Bukan sesuatu yang mudah memang, namun tidak ada yang tidak mungkin kita lakukan .
teruslah berusaha untuk selalu dan selalu memperbaiki diri, meningkatkan kualitas keimanan dan kepribadian kita, semoga kita, saya khususnya dapat menjadi seorang yang senantiasa dapat berkaca dan senantiasa dapat mengenali diri sendiri, mengoreksi kelemahan-kelemahan diri, dan meng up grade nya dari hari ke hari, untuk menjadi manusia yang berjalan di muka bumi ini dengan arah dan tujuan yag pasti.
Seperti sebaris puisi Kahlil Gibran diaatas “kini yang perlu kita pelajari adalah berjalan di muka bumi ini seperti manusia..”
Walaikumsalam. Wr. Wb