Menulis adalah hobby saya sejak kecil (SD). Nggak tau kenapa saya bisa punya hobby menulis. Saya bisa menulis apa saja yang saya lihat, saya rasakan dan saya dengar tentang segala hal di sekeliling saya. Mencoba menangkap segala sesuatu yang terjadi di sekeliling saya kemudian menterjemahkannya lewat bahasa tulisan.
Dulu saya biasa menulis di lembaran lembaran kertas kecil hasil sobekan buku pelajaran, kemudian menyimpannya di suatu tempat yang tersembunyi supaya tidak di baca orang lain. Saya sangat malu kalau sampai ada orang yang membacanya.
Hanya sebatas itu. Saya tidak pernah mempublikasikan tulisan saya, apalagi menunjukkannya pada orang lain. Nggak pede.
sejak SD hingga tamat kuliah saya mempunyai 20 buku harian tempat saya menuliskan sejarah hidup saya, perasaan2 saya, pengalaman saya.
Semuanya ada disana.
termasuk Ketika saya pulang sekolah dengan sepatu baru saya yang rusak menganga ujungnya karena di tendang oleh teman laki laki saya yang nakal.
Ketika akhirnya ayah saya yang seorang tentara angkatan darat masih dengan seragam lengkap datang ke sekolah diiringi oleh tangisan saya di belakangnya.
Ketika kemudian ayah saya menyeret teman saya itu ke kantor guru untuk mengadukan kenakalannya. Alhasil teman saya itu akhirnya mendapat hukuman menyapu halaman oleh ibu guru.
Ceritanya tidak berhenti sampai disitu. Sepulang ayah saya dari sekolah rupanya teman saya, saya masih ingat namanya Lukman, yang tidak terima oleh perlakuan ayah saya kemudian gantian pulang ke rumah dan mengadu kepada ibunya. Tidak berapa lama kemudian ibunya datang ke sekolah, mencari saya, mencubit lengan saya di depan teman teman, dan menuding nuding saya di tengah kerumunan teman teman. waktu itu, saya hanya mampu menangis tersedu sedu sambil bersandar ke dinding sekolah di tengah derasnya makian yang di lontarkan oleh ibu lukman. Cukup lama. Hingga ada seorang guru yang menolong saya. Oh...malangnya nasib saya. Entah kenapa tiba2 saja saya mempunyai keberanian untuk menunjukkan cerpen asal asalan saya pada seorang rekan kerja dan meminta ia untuk mengomentarinya.ajaib.Komentarnya cukup positif sehingga memotivasi saya untuk mulai berani mempublish tulisan saya lewat blog ini.
Akhirnya saya berani menunjukkan tulisan saya pada orang lain, Setelah belasan tahun berlalu sejak saya mulai menulis waktu kecil dulu..
| |
|