MY LIVE, MY HEART, MY SOUL

Blog EntryTentang sebuah perubahanMar 15, '08 12:14 AM
for everyone
Awalnya saya sempat ragu2 untuk merubah penampilan dalam hal berpakaian. Sempat terlintas berjuta kekhawatiran dalam benak saya tentang reaksi orang di sekeliling saya bila saya merubah cara berpakaian saya. Apa lagi saya bekerja di lingkungan kantor yg mayoritas karyawan nya, apalagi bos saya adalah seorang yang sangat sekuler dan liberal.

Selama ini bukan berarti saya belum menutup aurat, saya telah melakukan nya namun hanya sebatas jam kantor, itupun dgn kerudung kecil yang saya lilitkan di leher plus seragam kerja yg masih menempel ketat di tubuh saya. Rambut bagian depan juga masih kelihatan kemana2. Selepas jam kantor saya tidak pernah berkerudung.

Namun entah kenapa, sampai saat inipun saya masih belum mengerti, kesadaran itu datang begitu tiba2, lewat sms seseorang yang mengingatkan saya untuk ingat Allah, ingat Allah dan ingat Allah, sewaktu saya berada dalam sebuah puncak kekalutan. Rasanya saya seperti ditampar ribuan kali saat itu.

Allah. Dimanakah Allah selama ini..dimanakah saya selama ini...Allah. Saya nyaris tidak pernah mengingatnya, tidak pernah menyebut namanya, saya bahkan nyaris lupa terhadap Nya..bertahun2 saya di tenggelamkan oleh arus kehidupan hedonis yang melenakan saya, hingga akhirnya teguran itu datang..sebuah teguran yang sangat menyakitkan hingga rasanya saya tidak sanggup menghadapinya, sebuah teguran yang membuat saya nyaris tidak mampu menegakkan kepala..namun ada banyak hikmah di balik teguran itu, saya bersyukur Allah masih sangat menyayangi saya, dia memang menghukum saya lewat teguranNya, namun Dia juga sekaligus mengulurkan tanganNya menolong saya, saat saya nyaris mengakhiri hidup saya karena merasa tidak mampu menghadapi semuanya.

Pertolongan itu datang dari tempat yang tidak disangka2, sebuah pertolongan yang saya tahu tidak pernah berarti apa2 untuk orang yg melakukannya, tapi tidak untuk saya. Sebuah titik balik dalam kehidupan saya terjadi saat itu juga..saya tidak ingin menundanya lagi, saya mulai membenahi diri saya, menguatkan niat saya, untuk melakukan suatu perubahan besar dalam hidup saya, terutama dalam hal berpakaian.

Saya mengubah kerudung saya dgn kerudung lebar yg menutup dada, mengganti celana panjang saya dengan rok, dan menutup telapak kaki dgn kaos kaki. Saya juga mulai melaksanakan shalat 5 waktu kembali, membaca Alquran  yang berselimut debu tebal diatas lemari. Saya tinggalkan semua kebiasaan buruk dan menggantinya dgn kebiasaan yg lebih syar i.

Reaksi keras pun bertubi2 menghujani saya terutama dari bos saya, saya di panggil dan di interogasi hampir 1 jam lebih, di tuduh mengikuti suatu aliran yang ujung2nya melakukan pengeboman segala. Saya nyaris tertawa terpingkal pingkal saat itu, namun saya tahan. Saya hanya berusaha meyakinkan beliau bahwa semua pendapatnya tidak benar. Reaksi keras juga datang dari teman2 kantor melalui canda mereka setiap hari terhadap saya.

Tapi saya tidak perduli. Tekad saya telah bulat dan saya tidak ingin melangkah ke belakang lagi. Saya tidak ingin kehilangan ketentraman yang perlahan tapi pasti mulai saya dapatkan. Saya tidak ingin terjebak dalam lubang yang sama untuk ke 2 kali. Semua perubahan itu memang belum maksimal saya lakukan. Namun saya bertekad untuk terus berusaha memperbaiki diri, seiring setiap langkah, seiring setiap tarikan nafas. Semoga..

noviarman wrote on Mar 18
semoga istiqomah
wildflower81 wrote on Mar 18
Amin..
bundaalfath wrote on Apr 9
"Tantangan" terbesar untuk berubah ternyata adalah diri sendiri, dan Hidayah-Nya adalah sebaik-baiknya penolong. Jadi teringat ketika sekian tahun lalu sy pernah "di-interogasi "juga karena hal ini. Keep spirit mbak. Salam kenal dari saya,bundanya Alfath di Qatar
wildflower81 wrote on Apr 11
bener banget bu...terimakasih, salam kenal juga..
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help