MY LIVE, MY HEART, MY SOUL

coretan asal asalan ku

Blog EntrySalahkah sayaJun 15, '08 9:30 AM
for everyone
Akhir akhir ini terlalu banyak peristiwa yang terjadi dalam hidup saya. Tiba2 saja, hanya dalam hitungan detik, dan peristiwa itupun terjadi. Sebuah peristiwa yang kemudian meruntuhkan tembok pertahanan saya selama ini. Sebuah benteng kokoh yang saya bangun tinggi, tebal, menjulang ke langit, tempat saya merasa aman tiap kali berlindung di dalamnya, kini runtuh tiba tiba, hancur lebur jadi debu, hanya dalam hitungan detik.

Akhirnya saya harus mengakui dan menyerah, bahwa saya bukanlah dewa, im just an human being, seorang anak manusia dengan segala ego, keinginan, kebutuhan, keterbatasan.

Salahkah saya jika harus mengambil suatu langkah kontroversial menurut kebanyakan orang pada umumnya, demi menyelamatkan kehidupan saya selanjutnya?

Egoiskah saya, jika untuk itu semua, ada hati hati manusia lain yang ikut menjadi korbannya?

Berdosakah saya, jika langkah yang saya tempuh, sangat dibenci oleh Nya, walaupun itu halal untuk dilakukan?

Saya tidak tahu. Saya sungguh sungguh tidak tahu.

Yang saya tahu hanyalah bahwa saya hanya ingin hidup tenang, jauh dari kebisingan, hiruk pikuk suara yang terus menerus mencerca saya, menyalahkan, memojokkan.

Yang saya inginkan hanyalah, sebuah pengertian, bahwa segala upaya yang telah saya lakukan, telah sampai pada ujung jalan.

Malam ini saat tersungkur dihadapanMu ya Robbi,kepingan demi kepingan peristiwa itu kembali melintas, menerjang,

Dan rasa sakit itu kembali memporak porandakan kestabilan saya,

Dan perih itu tanpa ampun mengkoyak koyakkan kedamaian saya.

malam ini dihadapan Mu ya Robbi, saya telah menetapkan hati,

untuk tidak kembali lagi.

Tengah malam, ditengah kegalauan, 14 Juni 2008


Blog EntryDiaJun 7, '08 8:29 AM
for everyone
Saya masih melihatnya pagi ini. Dalam balutan pakaian biru tua yang sama, tatapan mata yang sama, kosong, tak bernyawa, seolah tak ada geliat kehidupan di sana.

Ia masih terus duduk disana, memandangi lalu lalang manusia dihadapannya termasuk saya yang setiap hari melintas dihadapannya diatas ojek yang saya tumpangi. Beberapa kali saya mencoba melempar senyum menyapanya, tapi dia tetap tak bergeming. Ia ibarat benda mati yang teronggok begitu saja diteras rumahnya. Sepi. Jauh dari peradapan, sunyi. Ia benar benar hidup dalam dunianya sendiri. Dunia yang jauh. Tak tersentuh. Dunia tanpa warna dimana hanya ada dia dan angan angannya.

Saya pernah menyempatkan diri turun dari ojek sekedar untuk menyapanya, tapi ia seolah tak pernah menyadari kehadiran saya. Tak pernah perduli keberadaan saya. Ia hanya memandang lurus kedepan dengan tatapan mata kosong. hampa.

Seperti pagi ini. Saya masih melihatnya terduduk disana dengan mulut komat kamit mengucapkan kalimat kalimat tak jelas.

Ia, seperti yang sudah sudah, selalu mengingatkan saya untuk selalu sadar bahwa segala sesuatu yang terjadi sudah menjadi kehendakNya.

Ia, yang tak pernah lelah mengingatkan saya untuk selalu berpasrah diri menghadapi segala cobaan,

Ia, yang seolah mengatakan pada saya untuk Tidak terus terlarut dalam duka lara kala gelombang kehidupan datang menerpa.

Ia, yang seolah meneriakkan ke telinga saya cukup dia saja yang mesti kehilangan kehidupannya. Jangan saya.

Jangan kehidupan saya.

Sebab saya juga tidak ingin seperti dia.

Bekasi, 7 Juni 2008

Blog Entryibu Aku Ingin PulangMay 20, '08 12:39 AM
for everyone
Ibu tadinya aku pikir aku sanggup mengarungi samudra dengan kedua tanganku,
Namun ternyata aku salah,
Lenganku terlalu lemah untuk melakukannya.

Tadinya aku pikir aku mampu mendaki gunung dengan kedua kakiku,
Namun ternyata aku juga salah,
Kakiku tak sekokoh yang aku kira.

Ibu malam ini ketika memandang berjuta bintang yang bertebaran dilangit,
Tiba tiba aku merasa sangat kecil tanpamu,
Sangat tak berarti disampingmu,
Engkau yang tak kenal kata menyerah sekian tahun mengarungi samudra,
Mendaki gunung,
Menepis onak dan duri,
Padahal aku tahu kedua lengan dan kakimu tak lebih kuat dan tangguh dibandingkanku.

Ibu tiba tiba aku ingin sejenak berbaring dipangkuanmu,
Berlindung dalam rengkuhan hangat lengan mu,
Merasakan belaian lembut tanganmu di rambutku.

Ibu, malam ini aku ingin pulang.

Bekasi 20 Mei 2008

Dulu saya adalah seorang feminis sejati, pencinta segala propaganda aktifis perempuan tanpa penolakan sedikitpun. Saya sangat mengangungkan dan memuja muja kesamaan hak, kesetaraan gender dalam segala bidang. Saya juga mengibarkan bendera persamaan kedudukan dalam rumah tangga. Bagi saya waktu itu, suami dan istri berlaku azas duduk sama rendah berdiri sama tinggi. Tidak ada bedanya antara laki laki dan perempuan. Perempuan mempunyai hak, kesempatan dan kedudukan yang sama dengan laki laki. Akibatnya sejak remaja saya tumbuh menjadi pribadi yang tomboi. Saya bisa naik ke atap rumah untuk membetulkan letak genteng yang bocor. Saya juga yang selalu membetulkan setrika di rumah saat rusak, saya  yang mereparasi sound system ayah saya ketika trouble, saya juga yang turun ke sumur ketika pompa sanyo ngadat, dan sebagainya.  

 

Faham faham feminis itu entah kenapa begitu mempesona dan membutakan mata saya sekian lama. Saya merasa sudah semestinya perempuan bergerak dan bangkit dari ketertindasan dan bayang bayang laki laki. Perempuan tidak seharusnya terus menerus menggantungkan hidup pada laki laki supaya laki laki juga tidak seenaknya  memperlakukan perempuan. Kekerasan dalam rumah tangga contohnya. Adalah salah satu bukti nyata arogansi dan kesuperioran kebablasan dari makhluk Tuhan berjenis kelamin laki laki. Karena apa ? karena laki laki merasa merekalah yang paling kuat, paling berkuasa. Paling segala galanya. Dan perempuan ? hanyalah makhluk lemah tiada daya, baik secara fisik dan mental. Oh tidak ! otak kecil saya begitu dipenuhi oleh berjuta juta penolakan tentang segala perbedaan antara laki laki dan perempuan dengan segala atributnya. Apalagi ketika berita berita dikoran dipenuhi oleh bermacam kesewenang wenangan yang dilakukan oleh laki laki terhadap perempuan. Penolakan itu kian kuat merasuk jiwa dan fikiran saya.

 

Seiring berjalannya waktu, pelan tapi pasti, faham faham itu mulai terkikis oleh ajaran ajaran islam tentang kedudukan perempuan sesuai fitrahnya. Faham faham dan ajaran ajaran yang tentu saja sangat jauh bertolak belakang dengan faham feminis yang selama ini saya anut, namun entah kenapa ajaran ajaran itu begitu indah menyapa relung hati  saya.

 

Tidak dapat saya pungkiri. Bahwa Faham feminis itu pada akhirnya hanya menempatkan perempuan dalam kebebasan tanpa batas, melebihi garis kodratnya, sehingga akhirnya malah menempatkan perempuan  dalam posisi  rendah dalam tatanan masyarakat.  Islam datang untuk menurunkannya pada level yang semestinya. Islam datang saat orang jahiliah zaman dulu kala biasa mengubur anak perempuannya untuk menutup malu.  Islam datang saat perempuan dipinggirkan dan di rendahkan serendah rendahnya lalu diangkat sesuai kodrat yang semestinya. Islam datang untuk mengajarkan kodrat perempuan sesuai fitrahnya agar mereka lebih terlindung, lebih aman, dan lebih terhormat dengan tinggal didalam rumah dan bukannya keluyuran dijalanan memperjuangkan hak azazi dan demokrasi yang tak pasti. Islam menempatkan perempuan sebagai woman behind the gun. Sebagai  penentu nasib dan masa depan bangsa lewat pendidikannya dari dalam rumah. Perempuan lah yang menciptakan manusia manusia besar pada zamannya. Ironisnya, inilah yang selalu ditentang oleh para feminis karena mereka merasa islam membatasi kebebasannya.

 

Kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga juga kerap menempatkan Islam sebagai kambing hitam apabila pelakunya muslim. Padahal kekerasan dalam rumah tangga terjadi justru karena adanya kemerosotan moral disebabkan jauhnya umat islam dari ajaran agamanya., bukan karena terlalu fanatik pada agamanya. Islam mengatur dengan jelas batas batas dan aturan aturan bilamana seorang suami boleh memukul istrinya, atau anaknya, itupun pada tempat tempat tertentu serta tidak boleh menimbulkan luka. Saking rapatnya aturan aturan islam ini hingga menutup celah untuk menambah atau mengurangi nya. Sayang, aturan yang sedemikian sempurna ini kerap diselewengkan oleh kaum laki laki untuk melegalkan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga dengan bermacam macam dalih yang dipaksakan sesuai aturan Islam.

 

Pada akhirnya saya mulai berfikir, bahwa tidak selamanya faham feminis yang saya anut dulu buruk semata mata. Ada beberapa yang selaras dengan ajaran islam dalam hal terjadi kesewenang wenangan oleh pihak laki laki.

 

Islam memberikan hak kepada istri untuk mengambil inisiatif cerai yang disebut dengan khulu’. Islam juga memberikan pilihan pada perempuan untuk

menentukan sendiri pilihan hidupnya jika sang pemimpin ternyata menyalahgunakan kepemimpinannya. .

 

Islam juga mengajarkan kepada perempuan untuk tidak terus terpuruk menyesali nasib. Keseteraan gender, persamaan hak, kadang juga dibutuhkan disini. Persamaan hak untuk  terus bertahan hidup dalam kondisi dan situasi apapun. Bahkan yang terburuk sekalipun. Namun dengan catatan tidak melupakan kodratnya sebagai perempuan. Kunci bagi perempuan agar bisa tetap merasakan indahnya Islam adalah dengan menyadari bahwa Islam menjaga perempuan dengan cara menempatkannya pada kodrat yang semestinya. Bila gagal menyadarinya, islam akan dirasakan sebagai penghambat. Hasilnya, beragama islam tapi tersiksa dengan agamanya sendiri.

 

So, tidak ada tempat bagi perempuan untuk selalu berkecil hati jika laki laki yang ditakdirkan sebagai pemimpin ternyata menyalahi janji, rahmat Allah masih terbuka luas bertebaran dimuka bumi. Bangkitlah dan songsonglah mentari esok pagi dengan harapan pasti, bahwa kita pasti akan mampu melewati segala onak dan duri kehidupan menuju jalan terang cahaya Nya.

 

Semoga

 

Bekasi 17 mei 2008

 


Blog EntryPada Sebuah PerjalananMay 16, '08 8:42 AM
for everyone
Hidup kadang menjadi sesuatu yang sulit untuk dilalui, ketika diri kehilangan kendali, jauh dari nilai nilai ukhrawi,

Ketika kita tidak bisa berserah diri, memasrahkan segalanya pada sang Pencipta, dan menyadari sepenuhnya bahwa segala yang terjadi tidak lepas dari kehendak Nya.

Ketika kita tidak kunjung menyadari,
bahwa hidup adalah sarana, bukan tujuan.

Masalah demi masalah yang datang menghadang, terlalu berat untuk kita hadapi sendiri, terlalu sulit untuk kita pikul sendiri, namun tak ada masalah tanpa solusi. Dan Kemampuan mencari solusi menentukan parameter nilai diri kita, seberapa jauh kita mampu mencari penyelesaian dengan bijak dan sabar, karena untuk itulah kita terlahir, we born to learn and solve.

Kekuatan bahu kita tidak diukur dari seberapa kuat kita memikul beban, tapi juga seberapa lembut ia menjadi sandaran bagi orang lain.
Seperti sabda Rasul sebaik baik kita adalah yang banyak memberi manfaat bagi orang lain, dan barang siapa meringankan beban seorang hamba maka Allah akan meringankan bebannya di akhirat kelak.

So, terus bersembunyi dan tidak berani menghadapi apalagi lari dari kenyataan tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Keluarlah, dan hadapilah dunia dengan senyuman,

be your self, its freedom..:)

Bekasi 16 mei 2008

Blog EntryHari IniMay 15, '08 10:10 AM
for everyone
Hari ini saya tahu bahwa tidak akan sama dengan hari kemarin

Hari ini saya juga tahu bahwa apa yang terjadi tidak akan pernah bisa terulang lagi

Hari ini saya juga semakin menyadari bahwa tidak ada satupun yang abadi dimuka bumi

Hari ini saya kembali mencoba berkompromi dengan segala arogansi
Intimidasi
Yang terus mengalir tiada henti

Hari ini saya hanya ingin belajar
Menyikapi segalanya dengan sabar

Walaupun tidak ada seorangpun perduli
Walaupun semua orang berpaling dan pergi

Hari ini saya tidak ingin menangis lagi,
Karena hari ini terlalu berharga untuk ditangisi.

Hari ini saya ingin menatap kembali
Kepingan kepingan hari yang tertinggal di ujung ujung mimpi

Untuk kembali menatap mentari esok pagi

Sendiri bersama sunyi.

Bekasi, 15 Mei 2008

Blog EntryIjinkan aku, omaMay 9, '08 7:44 PM
for everyone
Malam ini saat memandang bintang bintang yang jauh bertebaran diujung cakrawala, tiba tiba aku teringat wajahmu oma, seraut wajah teduh yang dulu selalu mampu menyihirku untuk berbaring di pangkuanmu tiap kali aku sedang sedih.
Membelai rambutku,
Mengusap pipiku,
membisikkan untaian kalimat mutiara untuk menentramkanku.

Masihkah engkau mampu mendengar suaraku, oma?
Di balik peraduan panjangmu dalam selimut hangat kain kafan yang membungkus tubuhmu waktu itu.

Aku rindu padamu oma,
Aku ingin bersamamu selalu setiap waktu seperti dulu,

Aku ingin duduk kembali bersamamu ditengah malam gelap sambil memandang bintang bintang yang bertebaran di ujung cakrawala

Aku ingin merasakan kembali sentuhan hangat jemarimu disela ujung ujung rambutku,
Bisikan lembut suaramu di telingaku,
Hangatnya pelukanmu diatas dingin tubuhku

Aku rindu padamu oma,
Aku rindu padamu,
Ijinkan aku untuk sejenak bertemu denganmu malam ini,

Untuk sejenak berbaring dipangkuanmu seperti waktu itu,
Untuk sejenak merasakan hangatnya pelukanmu seperti dulu

Ijinkan aku oma,
Malam ini saja,
Aku ingin Bersamamu,
Hanya bersamamu.

Bekasi, 10 mei 2008

Blog EntryIjinkan aku, omaMay 9, '08 7:38 PM
for everyone
Malam ini saat memandang bintang bintang yang jauh bertebaran diujung cakrawala, tiba tiba aku teringat wajahmu oma, seraut wajah teduh yang dulu selalu mampu menyihirku untuk berbaring di pangkuanmu tiap kali aku sedang sedih.
Membelai rambutku,
Mengusap pipiku,
membisikkan untaian kalimat mutiara untuk menentramkanku.

Masihkah engkau mampu mendengar suaraku, oma?
Di balik peraduan panjangmu dalam selimut hangat kain kafan yang membungkus tubuhmu waktu itu.

Aku rindu padamu oma,
Aku ingin bersamamu selalu setiap waktu seperti dulu,

Aku ingin duduk kembali bersamamu ditengah malam gelap sambil memandang bintang bintang yang bertebaran di ujung cakrawala

Aku ingin merasakan kembali sentuhan hangat jemarimu disela ujung ujung rambutku,
Bisikan lembut suaramu di telingaku,
Hangatnya pelukanmu diatas dingin tubuhku

Aku rindu padamu oma,
Aku rindu padamu,
Ijinkan aku untuk sejenak bertemu denganmu malam ini,

Untuk sejenak berbaring dipangkuanmu seperti waktu itu,
Untuk sejenak merasakan hangatnya pelukanmu seperti dulu

Ijinkan aku oma,
Malam ini saja,
Aku ingin Bersamamu,
Hanya bersamamu.

Bekasi, 10 mei 2008

Blog EntryKetika cinta harus memilihApr 30, '08 10:48 AM
for everyone
Ketika layar sudah tak terkembang lagi.
Ketika kesepakatan sudah sulit untuk ditegakkan.
Ketika segala upaya damai yang dilakukan tidak lebih dari sekedar kesia siaan.

Kadang mengakhiri sebuah perkawinan tetap menjadi sebuah pilihan yang tak mengenakkan. Namun terus bertahan dalam situasi penuh konflik juga bukan solusi menguntungkan.

Perpisahan. Walaupun mungkin hanya itu satu2nya jalan terbaik. Tetap menimbulkan luka menganga yang sulit untuk disembuhkan. Ada terlalu banyak yang harus dikorbankan. Anak2, terutama. Namun adakah pilihan lain untuk situasi seperti ini? Berpisah dengan keuntungan terbebas dari segala kekacauan Atau terus bertahan dalam situasi konflik dengan keuntungan menyelamatkan status sosial dimata masyarakat?

Entahlah. Mungkin pilihan ke dua lah yang paling tepat. Mungkin bersembunyi dibalik topeng kepura puraan adalah lebih nyaman ketimbang mengambil keputusan frontal dengan berpisah dan menyandang gelar janda atau duda.

Ketika cinta harus memilih, masih adakah jalan terbaik?

Bekasi, 30 April 2008

Blog EntryTernyata sakit itu nggak enak !Apr 26, '08 11:19 AM
for everyone
Baru ngerasain beneran kali ini kalo ternyata sakit itu nggak enak banget !

Awalnya saya cuma sekedar mikirin kayaknya udah lamaaa banget nggak pernah sakit. Eh abis gitu sakit beneran, kepala pusing, nyut nyutan nggak karu2an, badan demam, oh ya kepala juga muter 7 keliling,

seharian saya nggak bangun dari tempat tidur, menikmati sakit yang benar2 nggak enak buat dinikmatin.

Padahal segala macem obat dari berbagai jenis dan merek udah saya telan habis tetep aja bandel penyakitnya. Pagi2 minum paramex 2 biji sekaligus, nggak ngefek, trus minum ultraflu 3 biji masih nggak mempan juga, siang hari minum sanaflu 3 biji sekaligus tetep nggak ngaruh. Abis gitu saking keselnya gara2 nggak sembuh2 saya minum neozep 3 biji lagi, masih nggak mempan juga..

Duuh..saat sakit gini, sambil selimutan, tiba2 berjuta fikiran berkecamuk di benak saya. Gimana kalo tiba2 saya mati? Oh tidak..! Saya belum siap..masih terlalu banyak dosa yang menumpuk didepan mata. Tiba2 semua daftar dosa itu hadir menari2 dipelupuk mata ! Daftar dosa yang akan menyeret saya ke neraka ! Oh tidak ! saya masih takut mati, masih banyak yang perlu dibenahi, masih banyak yang harus saya lakukan, tidak ! Saya belum siap mati..
Ternyata..sakit itu bener2 nggak enak ! Besok2 nggak mau mikirin sakit lagi ah, mending mikirin yang enak2 aja, naik gaji 50persen kek, tiba2 dapet teko ajaib yang kalo digosok keluar jinnya trus sang jin nawarin saya untuk membuat 3 permintaan, atau..mikirin ikutan kuis who wants to be a millionaire trus dapet hadiah utamanya. Wah tambah ngelantur nih..maklum..panasnya hampir 39 derajat, tapi masih sempet2nya ngetik..hehe..

Kayaknya itu ungkapan yang paling tepat untuk menggambarkan apa yang harus kita lakukan di saat harapan dan impian nyaris pudar.

Di saat keinginan hanya tinggal angan angan

Di saat kita merasa sudah tidak ada lagi yang bisa kita lakukan untuk mengatasi segala permasalahan.

Serahkan pada waktu, biar waktu yang menyelesaikan segalanya...

Tadinya saya juga sering melakukan hal yang sama. Di saat diri mulai kehilangan harapan akan penyelesaian suatu masalah, cuma kalimat sakti itu yang bisa menentramkan hati.

Tapi ternyata saya salah.

Ternyata kita tidak bisa menyerahkan semuanya pada waktu, dengan berdiam diri membiarkan waktu berjalan dan menyelesaikan segalanya.

Manusia wajib berusaha, Tuhan menentukan.

Kita tidak bisa berputus asa dan berpangku tangan menyerahkan segalanya pada waktu untuk berjalan dan menyelesaikan segalanya.

Sebab bukan waktu yang harus berjalan dan menyelesaikan,
Tetapi kita yang harus terus berusaha dan berjuang mencari jalan keluar permasalahan.

Dan pada saat kita berusaha dan berjuang,, pada saat itulah waktu berjalan...

Bekasi, 23 April 2008
Disaat hati resah

Blog EntrySedih !Apr 22, '08 6:39 AM
for everyone
Cuma itu satu kata yang bisa melukiskan perasaan saya saat ini !
Akhir2 ini saya sudah mulai terbiasa dengan segala ketidakperdulian disekeliling saya.
Dengan segala ketidak acuhan yang melingkupi hari2 saya.
Pada akhirnya saya memang harus menyadari,
Bahwa dunia memang tidak pernah bisa di ajak berkompromi,
Untuk selalu mengerti,
Untuk selalu memahami,
Bahwa apa yang terjadi,
Cukup menyakiti..
Wahai..kemanakah perginya hati nurani...?

Ps.
Tiba2 jadi inget lagu jadul :

"Seandainya aku punya sayap
Terbang..terbanglah aku
Ku cari dunia yang lain
Untuk apa disini.."

Kapan...matahari akan bersinar lagi..?

Blog EntryBeteeeeeee abizzzz !Apr 19, '08 9:25 AM
for everyone
Nggak tau kenapa tiba2 saya bete banget hari ini! Semua jadi serba salah, nggak ada yang bener!

Mulai dari pagi2 pas mo brangkat kerja tiba2 lampu mati padahal nggak punya persediaan air sama sekali, akhirnya dengan sangat terpaksa saya berangkat kerja tanpa mandi, sambil membawa semua atribut mandi ke kantor, trus mandi deh di kamar mandi kantor dengan suksesnya. Abis mandi ada aja temen yang nyeletuk "padahal nggak mandi juga nggak papa, kambing nggak mandi juga mahal kok" tega banget deh nyama2in saya ma kambing !

Abis mandi, balik lagi ke ruangan, trus pura pura sibuk seperti biasa, eh pas udah siang hari baru nyadar kalo rok yang saya pake kebalik. Bagian depan di belakang, bagian belakang didepan ! Ketauan banget kebaliknya soalnya rok bagian depan ada bunga2 nya sedangkan yang belakang polos. Nah ini yang polos di depaaan yang ada bunga2 nya di blakaaang.Pantes beberapa orang yang saya temuin pada senyum2 penuh arti.

Tapi itu semua belum seberapa. Sore pas pulang kerja gerimis. Saya dengan senang hati melepas seragam trus menjadikannya sebagai penutup kepala. Pas di angkot seragam itu saya taruh begitu saja di kursi. Waktu turuun seragam kebanggaan itu ketinggalan di jok angkot, padahal angkotnya udah mulai jalan, berhubung itu seragam satu2nya dan tanpa seragam itu saya bakal tidak boleh masuk ke dalam oleh satpam besok pagi, terpaksa deh saya ngejar ngejar angkot itu sambil tereak2. Orang2 dijalan kontan ikutan tereak dan ngejar tuh angkot. Dikirain dompet kali yang ktinggalan. Pas tau cuma sebuah seragam yang ketinggalan gantian saya yang di kata2 in orang..yeeey....lagian sapa juga yang nyuruh ikutan ngejar2 bang....

Pokoknya bete banget deh !

Blog EntryPada Sebuah Dinding HatiApr 18, '08 1:57 AM
for everyone
Pada sebuah dinding hati
Tlah ku pahatkan sebutir asa
ku goreskan sebait cinta
Untuk selalu ku genggam
Dan ku dekap hingga mataku terpejam

Inginnya aku membawanya menjelang
Goresan tintaku yang seakan tak akan pernah pudar didinding hatimu
Membawanya terbang ke bulan
Berkejaran diantara bintang bintang
Bersembunyi di balik awan
Bersenda gurau dibalik sinar rembulan

Namun apa daya
Aku hanya manusia biasa
Tanpa sesuatupun yang istimewa
Untuk mampu membawamu terbang ke angkasa

Sia sia aku meratapi ujung kakimu
Engkau tetap berbalik dan menghilang
meninggalkan ku sendiri
Ditengah malam sunyi

Pada dinding hati milikmu
Kan selalu ku ukir goresan tinta emasku
untuk selalu ku jaga
Hingga masaku tiba



Blog EntryHari Pertama di FLP BekasiApr 16, '08 5:31 AM
for everyone
Siang yang terik. Matahari bersinar seolah hendak membakar bumi. Saya melangkahkan kaki bergegas diantara deru dan debu angkot dan bis tigaperempat di terminal Bekasi. Masih belum mengerti harus ke arah mana untuk sampai ke masjid Muhajirin. Perjlaanan panjang dari cibitung menggunakan angkot 36 B benar benar menguras tenaga. Saya berdiri di pinggir jalan mengamati kendaraan lalu lalang mencoba mengingat ingat rute angkot sesuai petunjuk teman kemarin. Yap. Akhirnya saya ingat. Saya harus ke Rumah sakit mitra keluarga dulu kemudian naik becak mencari masjid muhajirin tempat pertemuan FLP digelar. Ternyata saya cerdas juga yah...

Perjalanan panjang dan melelahkan itupun akhirnya berakhir juga. Masjid Muhajirin kini berdiri dengan megah didepanmata. Saya melangkahkan kaki kehalamannya. Nyaris lupa membayar becak yang barusan saya tumpangi. Untung abang becaknya baik hati hanya menegur dengan lembut. Coba kalu saya yang jadi abang becaknya…

Sesaat Saya tertegun dipelataran masjid besar itu. Suasana sunyi senyap. Nyaris tidak ada tanda tanda kehidupan di dalamnya. Jangan jangan saya salah ? jangan jangan ini bukan masjid muhajirin ? saya memastikan sekali lagi membaca plang di pintu pagar. Bener kok..tapi kok sunyi senyap gini yah..jangan jangan ada dua mesjid muhajirin di bekasi.

Untuk mengusir kebimbangan saya meng SMS (bener nggak sih ejaannya ?) mbak Wiwik Sulistyowati sang ketua. Bener kok…tungguin aja yah..bentar lagi juga rame..jawabnya kemudian. Oke. Saya menunggu sambil melepas lelah.

Bener juga. Satu persatu peserta mulai berdatangan. Saya tidak hafal nama mereka satu persatu. Saya kan baru pertama kali itu datang. Saya hanya mengenal mbak wiwik sang ketua FLP Bekasi, yang siang itu mengenakan baju merah maroon, rok panjang biru, jilbab panjang biru. Seraut wajahnya yang manis (kayak saya..oh yeah ??) dihiasi kaca mata minus. Halow effect saya tentang dia adalah seorang wanita feminin abizz….!! Tapi setelah ia mulai memperkenalkan diri halow effect itu langsung luntur seketika. Bukan apa apa hobbynya panjat gunung bok…!! Tapi tidak mengurangi kesan feminin siang itu kok. She’s so nice n cute.. (lagi lagi kayak saya..maksa.com)

Acara siang itu membahas tentang setting. Setting adalah…bla..bla..bla..mbak wiwik membawakan materinya cukup jelas.singkat padat dan terpercaya. Pelatihan dilanjutkan dengan membuat satu paragraf tentang setting. Kami diberi waktu 10 menit. Se pu luh me nit !! yang bener ajah mbak…nggak kurang cepet tuh waktunya…? Tapi its okey, otak brlliant saya langsung menangkap ide. Tentang hobby bos saya mindah mindahin meja anakbuahnya. Bos saya ini memng unik. Ia hobby banget mindah-mindahin meja anak buahnya, misah- misahin meja kerja dengan meja komputernya masing-masing. Bayangin. Meja kerja saya ada di ruang luar sementara komputer ada di ruang dalam. Jadi seharian saya bisa mondar mandir 50 kali antara meja kerja dan komputer. Kurus kurus dah…

Kebijakan beliau itu dengan alasan supaya lebih bisa memonitor anak buahnya kapan bener-bener kerja kapan sekedar ngelamun di depan komputernya. Bokis banget deh pokoknya..at least tatkala saya membacakan paragraf tentang tema diatas kontan mengundang decak kagum para peserta yang lain. Kok ada yah manusia seaneh itu ? (kalo nyang ini nggak kayak saya…)

Masing masing peserta mendapatkan kesempatan untuk membacakan paragrafnya . Saya kontan minder. Bagus bagus bok..saya nggak ada seperberapanya dibanding mereka.hik hik sedih. but its okey. The show must go on. Semangat !! saya mencoba menghibur diri.

Pelatihan hari itu berakhir pukul 3 tepat saat adzan ashar berkumandang. Saya memberesi administrasi. Kami mendapatkan 1 modul pelatihan dan sebuah novel Antologi cerpen FLP Bekasi. Wah…surprise..ceritanya bagus bagus banget.

Oh ya ada satu hal yang sangat sangat menarik siang itu. Pengen tahu ?? bentar yah…ehm ehm. Tarik nafas. Kata mbak Wiwik dia nggak percaya loh kalo saya udah ibu ibuuuuu…..huhuhu…mbak yang satu ini bener bener nggak mau percaya sama sekali. Dia bilang bahwa penampilan saya 10 tahun lebih muda !! (halah yang ini hiperbola. Jangan percaya) tapi dengan berat hati saya terpaksa mengakui bahwa..mbak wiwik bukan satu satunya orang yang mengatakan itu pada saya……

Begitulah pengalaman saya pertama kali di FLP bekasi (kalimatnya rek..kayak pelajaran mengarang waktu SD !) hehe..saat pulang saya sempat bingung lagi didepan masjid muhajirin. Mesti belok ke kanan atau ke kiri ? untung ada seorang abang becak yang berbaik hati menawarkan becaknya.( Ya iya lah..). perjalanan panjang kembali dimulai. Long journey to Cibitung…

Blog EntrySang DewaApr 14, '08 5:59 AM
for everyone
Senja temaram. angin sore berhembus sepoi sepoi menerpa wajah saya. udara lembab sisa hujan tadi siang menyisakan hawa dingin menembus sumsum tulang



Saya merapatkan  sweater mencoba menahan hawa dingin yang terus menembus kulit. jalanan sepi. hanya angkot dan beberapa kendaraan pribadi yang melintas.  saya terus melangkahkan kaki menyusuri trotoir pinggir jalan. menembus senja yang semakin cepat beranjak ke peraduannya.


Kegelapan mulai menyelimuti alam.  Segerombolan burung gereja tampak terbang tak beraturan menembus awan hitam pekat yang  kini menggantung di udara. alam semakin tak bersahabat. desau angin berhembus kian kencang menerbangkan dedaunan yang berserakan sepanjang jalan.


saya masih meneruskan langkah sambil mendekap erat tas di dada. mencoba mengusir hawa dingin yang kian menusuk kulit. entah kemana langkah kaki ini hendak membawa pergi. saya tidak perduli. bayangan kelam itu bagai  kepingan puzle menari nari di pelupuk mata. menyiksa.  saya terus berjalan tanpa memperdulikan gerimis yang mulai turun perlahan. menerpa wajah dan menganak sungai di sekijur tubuh.


kepingan kepingan puzle itu kian rapat menyatu menunjukkan  wujud aslinya. menyeringai tajam. mentertawakan kebodohan  saya


Rasa sakit yang amat sangat tiba tiba mendera. air mata saya tumpah bercampur derai hujan. kegelapan semakin pekat menyelimuti. hawa dingin semakin kuat menusuk tulang. saya masih tidak perduli. kepingan puzle itu masih terus mengikuti.


langkah saya terhenti di pinggir sebuah sungai deras. debur airnya bergelora ditengah kegelapan malam pekat. suaranya bergemuruh tertimpa hujan lebat.


saya terus berdiri disana memandang ke arah hempasan air. tiba tiba hempasan air itu membentuk sebuah tangan seolah mengajak saya bercengkerama. ia tersenyum ke arah saya seolah mengerti apa yang saya rasakan. tangan tangan itu tiba tiba menarik ujung tangan saya. oh. ia mengajak saya kesana. ia seolah mendengar suara hati saya. ia seperti mengatakan kemarilah. pergilah bersama debuuran ombakku. tinggalkan bayangan kelam itu. dunia diluar sana lebih indah menantimu. ayo kemarilah...


ia menarik tangan saya menuruni bebatuan pinggir sungai. deburan ombaknya menerjang ujung kaki. ia semakin lebar tersenyum. ayo. ayo cepat. ia seolah berteriak kencang. saya terus menuruni  bebatuan pinggir sungai menuju  air kencang yang bergelora.


jangan !! sebuah suara tiba tiba menggelegar memenuhi alam. saya tertegun. sebuah  bayangan hitam berkelebat    diujung sungai. ditengah kegelapan malam pekat. rambut abu abunya bersinar keperakan tertimpa sinar lampu jalan. sayap putihnya berkilauan. wajahnya murka .


sang Dewa !


saya terperangah tak percaya. langkah saya terhenti seketika


ia masih terus memandang saya dengan murka. kembalilah. ayo kembalilah. pulanglah. tempatmu bukan disana.  duniamu masih terbentang luas. jalanmu masih panjang. ayo pulanglah. ia seolah berseru ditengah temaram lampu jalan.


saya terpaku menatap bayangannya yang menggantung   diujung sungai. sayap putihnya berkelebat makin cepat. ujung ujung bajunya  membentuk bayangan hitam melambai lambai tertiup angin malam. pulnglah. kembalilah. ia seolah berseru sekali lagi. kemudian berbalik. dan menghilang


saya terduduk lesu tak berdaya. air mata saya kembali tumpah. butiran butirannya berhamburan terbawa arus sungai. ia telah pergi. sang dewa. sosok yang selalu saya nanti nanti. sosok yang selalu datang  disaat saya ingin pergi. sayang ia telah kembali menghilang. tidak. saya tidak ingin mengecewakannya. ia benar. saya memang harus pulang.


hujan mulai reda. deburan air kembali tenang. bulan mulai muncul perlahan dibalik awan. menyinari butiran butiran air yang menggantung di pucuk pucuk daun. berkilauan tertimpa sinar bulan.


kepingan puzle itu masih terus mengikuti. tapi saya tidak perduli lagi. saya melangkahkan kaki.


pulang


bekasi 14 April 2008
 
 
 

Blog EntryKetika Bos Kecil PergiApr 12, '08 5:09 AM
for everyone

Gini nih.... suasana kalau bos kecil pergi (kecuali saya tentunya) . Perayaan. Itu lah istilah yang di buat bos kecil untuk menggambarkan tingkah anak buahnya tiap ditinggal pergi. Entah bagaimana kronologisnya sampai istilah itu bisa terucap dari bibir seksinya. tapi nyatanya memang cuma istilah itu yang paling bisa menggambarkan suasana tiap kali ia pergi.


Bos satu ini memang lain dibanding bos kami yang lain. Tidak ada senyum. Tidak ada tawa. Tidak ada tegur sapa. Ia benar benar memperlakukan anak buahnya persis seperti benda mati. Tanpa kompromi.


Ia tidak bisa di beri alasan sedikitpun kenapa laporan terlambat.


Komputer ngantri ? jangan jadikan alat sebagai kambing hitam !


Pekerjaan yang lain menumpuk dan harus diselesaikan semua ? buat skala prioritas !


Kekurangan waktu ? kamu kan masih sempet ngobrol, masih sempet minum kopi, masih sempet ngrumpi bla bla bla..


Pokoknya no reason !


Ia benar benar seorang perfekionis sejati yang tidak bisa mentolerir kesalahan anak buahnya sedikitpun.

Result oriented ! Itu yang selalu didengung-dengungkannya tiap hari di telinga kami. Tidak perduli bagaimana cara mengerjakannya yang penting adalah hasil akhir. Hasil akhir. Dan hasil akhir.


Jadi jangan heran kalau suasana kantor bisa lebih sepi dari kuburan ketika ia tengah bertahta dengan anggun disinggasananya. Apalagi Rudi dan Bayu. dua makhluk Tuhan ini yang paling merana diantara kami. Gimana enggak ? meja komputer mereka tepat berhadapan dengan meja bos. Jangankan menolehkan muka. Sekedar menepuk nyamuk yang hinggap di keningnya pun tidak berani (kalau yang ini hiperbola....hehehe...)


Herannya ia kok tidak lelah lelahnya mengawasi anak buahnya dari balik kaca mata minus yang bertengger di ujung hidungnya dan tidak segan segan turun dari singgasananya untuk menegur anak buahnya jika dilihatnya ada yang ngobrol. Kita anak buahnya aja lelah kok ngeliat dia duduk dengan manisnya di tahta kesayangannya...


Tapi itulah bos kecil...


So jangan heran bila melihat pemandangan seperti foto diatas ketika bos kecil pergi. Persis seperti anak ayam yang dilepas dari sarangnya. Perrrrayaaaaaa'an…     Hehehe…



Blog EntryCinta Yang Tak Pernah Mati Untuk OliviaApr 11, '08 10:15 PM
for everyone
“bangun vi....ini mama nak...“ astrid menggenggam tangan olivia erat seolah tak ingin melepaskannya lagi. tapi mata buah hatinya itu tak kunjung terbuka. ia tetap terpejam erat seolah tidak menyadari kehadiran astrid disampingnya.

“vi..bangun sayang...ovi sayang mama kan? ovi nggak pengen mama sedih kan? kalo ovi nggak pengen mama sedih ovi bangun ya sayang..mama sudah beliin boneka barbie buat ovi..“ ia meletakkan boneka barbie baru yang telah lama diidam idamkan oliv disisi pembaringannya. tapi olivia tetap tak bergerak. ia tetap tak bergeming di tempat tidurnya di antara selang2 yang menancap disekujur tubuhnya.

pipinya yang biasanya merona merah itu kini pucat. bibir mungilnya yang biasanya tak pernah berhenti berceloteh riang kini terkatub diam. mata bulatnya yang biasanya bersinar kini terpejam rapat. ia tak bergeming sedikitpun walaupun astrid tak henti2nya membisikkan kata2 diantara derai air matanya.

dokter memang telah mengatakan bahwa hanya suatu keajaiban lah yang bisa menyembuhkan olivia sejak radang otak itu menyerangnya sebulan yang lalu. tapi astrid tidak perduli. ia yakin tidak ada yang tidak mungkin didunia ini selama Allah menghendaki. kun fayakun. maka jadilah. itulah mengapa ia tak pernah berhenti berdoa memohon pada yang kuasa agar menyembuhkan olivia. .

ketika ilmu pengetahuan manusia sudah tidak mampu untuk menyembuhkan. ketika harapan sudah nyaris hilang. kepada siapa lagi doa digantungkan kalau tidak kepada Nya?

sesuai firman Allah “dan apabila aku sakit maka dialah yang menyembuhkan“ QS 26:80

astrid sangat percaya itu. makanya kenapa ia tak kenal lelah berdoa. memohonkan kesembuhan untuk olivia diantara sujud sujud panjangnya. memompakan semangat lewat dzikir dan doa yang tak henti dibisikkan ditelinganya.

di belainya terus rambut ikal oliv. walaubagaimanapun ia telah menyerahkan semuanya pada Allah. manusia hanya mampu berusaha. Allah yang menentukan. ia hanya berharap yang terbaik untuk olivia nya tercinta. ia memang tidak ingin kehilangan buah hatinya. tapi ia juga tidak mempunyai hak milk apapun pada olivia. anak hanyalah tiţipan. sang empunya bisa mengambil nya sewaktu2. kalau tidak sekarang. pasti dilain waktu.

demikian juga dirinya. ia tidak mempunyai hak sedikitpun akan jasadnya. sewaktu2 jika tiba waktunya iapun juga akan pergi meninggalkan dunia yang fana ini.

dunia hanyalah sebuah persinggahan. ibarat kita mencelupkan telunjuk ke lautan, maka air yang menempel pada jari telunjuk itulah kehidupan didunia ini.

Astrid sangat menyadari itu. karenanya diantara usaha maksimalnya selama ini ia juga menyerahkan sepenuhnya kepada Yang Maha Kuasa. Tidak ada yang dapat menghalangi jika ia berkehendak.

Pun ketika pada akhirnya mata bulat Olivia terbuka sejenak. Astrid sudah menyadari bahwa itulah pertemuan dengan Olivia terakhir kali. Mata itu memandangnya sekejap. Namun Astrid yakin Olivia bisa melihatnya dan merasakan kehadirannya. Ia hanya mampu memberikan senyum terbaiknya sambil menggenggam tangan mungil Oliv erat erat. Bibirnya tak henti hentinya membisikkan kalimat tauhid untuk buah hatinya tercinta.

Mata bulat itu akhirnya kehilangan sinarnya. Olivia pergi dalam pelukan hangat Astrid tanpa sepatah katapun terucap dari bibirnya. Seulas senyum tersungging di bibir mungilnya seolah ingin mengatakan pada Astrid bahwa ia telah ridha meninggalkan dunianya.

"Pergilah dengan tenang nak...tunggu mama disurga..." Astrid melepas kepergian buah hatinya dengan  kepasrahan yang mengkristal di benaknya.

"Olivia memang sudah tiada...tapi ia akan terus hidup didalam hati saya..." Perempuan itu mengakhri kisahnya pada saya ditengah gerimis hujan diruang tunggu rumah sakit Mitra Keluarga. Seorang perempuan luarbiasa yang saya temui beberapa bulan silam. Seorang perempuan yang menyisakan sebuah pelajaran tentang arti kefanaan dunia dan seisinya. Semoga ia senantiasa diberi ketabahan menjalani sisa hidupnya tanpa Olivianya tercinta.

Bekasi, 12 April 2008

Blog EntryHere I am....Apr 8, '08 7:24 PM
for everyone
When I was just a little girl I ask my mother what will i be..

lagu itu rasanya gue...banget..saya jadi inget cita2 masa kecil saya yang setinggi langit. keinginan2 saya yang tak tebendung. harapan2 saya yg melambung.

cita2 masa kecil sewaktu saya belum bersahabat dengan kerasnya kehidupan yang penuh dengan intrik.

saya selalu berkhayal menjadi seorang putri di istana raja didampingi seorang pangeran, dikelilingi dayang2 yang siap melayani saya 24 jam. terobsesi oleh cerita dari negeri dongeng majalah bobo.

ternyata...
jalan yang saya lalui tak selalu bertabur bunga.
mimpi2 saya tak pernah seindah kenyataan.
harapan2 saya tak selalu seiring dengan keinginan.

disinilah saya sekarang berada..
dipinggiran kota kecil bekasi yang penuh dengan polusi
disebuah rumah BTN yang berhimpitan dengan tetangga kanan kiri
bekerja dari pagi hingga petang hari
demi mencari sesuap nasi..

tidak ada istana megah tempat saya berlindung
tidak ada juga dayang2 istana yang siap melayani saya
tidak ada pangeran tampan yang menjemput saya dengan kereta kencana..

penggalan lagu itu selalu terngiang ngiang ditelinga saya..

when I was just a little girl I ask my mother what will I be..

and here I am...
hu..hu..hu..

Blog EntryJangan Bugil Di Depan KameraApr 7, '08 9:29 AM
for everyone
Sebuah kampanye yg cukup fenomenal didengungkan : JANGAN BUGIL DI DEPAN KAMERA

Penggagasnya sony ady setiawan dari TV lab. communications. umat Islam seharusnya mendukung kampanye ini.

kampanye itu berawal dari sebuah fenomena adanya, 500 lebih video porno lokal yang diproduksi oleh orang Indonesia. penelitian yang dilakukan sony ini diambil lewat wawancara dan investigasi tehadap sipembuat maupun penikmat yang umumnya adalah anak anak muda !

Melihat kenyataan seperti ini timbul pertanyaan hendak dibawa kemana nasib bangsa kita ini? generasi muda adalah generasi penerus bangsa. jika mereka baik maka baik pula sebuah bangsa, begitu kata nabi. jika mereka hancur maka hancur pula seluruh bangsa. untuk menghancurkan sebuah bangsa tidak perlu dengan memborbardir sebuah negara,cukup dengan meracuni otak para pemudanya maka tinggal menunggu saja kehancuran dari bangsa tersebut.

Kampanye yang dilakukan TV Lab. Communication hanyalah bagian kecil dari upaya menyelamatkan generasi muda. yang lebih besar dari itu adalah menanamkan nilai2 keislaman dalam dada anak2 muda kita. adalah menjadi tugas kita bersama untuk menciptakan akidah yang menancap kuat di dada anak muda kita untuk menyelamatkan nasib bangsa ini. dan semua itu berawal dari dalam rumah.

Rumah lah tempat awal sebuah kepribadian terbentuk. rumahlah yang menentukan hendak seperti apa jalan yang akan kita tempuh kelak. apakah jalan yang lurus sesuai tuntunan syariat atau sebaliknya.

tugas orang tua terutama seorang ibu sangat besar disini. karena ibu adalah madrasah pertama untuk anak2nya sejak dalam buaian.

seperti pepatah Napoleon Bonaparte “Seorang perempuan yang mengayun buaian dengan tangan kanannya akan menghancurkan dunia dengan tangan kirinya“

karena itu hidupkanlah iman di dalam rumah kita, terangilah dengan cahaya Nya, bangkitkanlah tidur panjang kita dengan mengingatNya, karena hanya dengan mengingatNya maka hati akan menjadi tenteram, dan didalam hati yang tenteramlah keimanan akan terjaga

sudah waktunya bagi kita menyingsingkan lengan baju, menyelamatkan nasib bangsa, karena kalau bukan ke pundak kita hendak kepada siapa lagi tugas ini dibebankan !

Ayo sukseskan kampanye JANGAN BUGIL DI DEPAN KAMERA !! demi keselamatan nasib bangsa !

bekasi 7 April 2008


Pages:123
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help