<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>

<rss version="2.0"
 xmlns:blogChannel="http://backend.userland.com/blogChannelModule"
>

<channel>
<title>                                                  MY LIVE, MY HEART, MY SOUL</title>
<link>http://wildflower81.multiply.com/</link>
<description>Assalammualaikum Wr. Wb&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Hai, Dear Blogers...Terimakasih sudah  berkunjung   di halaman sederhana ini, halaman ini berisi celotehan pribadi saya,  perjalanan hidup, renungan, harapan, impian, semoga apa yang saya  tulis dan saya bagi disini bisa   bermanfaat bagi kita semua, 

At least, saya dedikasikan blog ini untuk  Adel, Abi dan Neta,  spirit of my soul</description>
<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 12:28:35 -0000</pubDate>
<lastBuildDate>Sun, 15 Jun 2008 13:30:27 -0000</lastBuildDate>

<image>
<title>                                                  MY LIVE, MY HEART, MY SOUL</title>
<url>http://images.wildflower81.multiply.com/logo</url>
<link>http://wildflower81.multiply.com</link>
<width>100</width>
<height>100</height>
</image>

<item>
<title>Salahkah saya</title>
<description>Akhir akhir ini terlalu banyak peristiwa yang terjadi dalam hidup saya. Tiba2 saja, hanya dalam hitungan detik, dan peristiwa itupun terjadi. Sebuah peristiwa yang kemudian meruntuhkan tembok  pertahanan saya selama ini. Sebuah benteng kokoh  yang saya bangun tinggi, tebal, menjulang ke langit, tempat saya merasa aman tiap kali berlindung di dalamnya, kini runtuh tiba tiba, hancur lebur jadi debu, hanya dalam hitungan detik.

Akhirnya saya harus mengakui dan menyerah, bahwa saya bukanlah dewa, im just an human being, seorang anak manusia dengan segala ego, keinginan, kebutuhan, keterbatasan.

Salahkah saya jika harus mengambil suatu langkah kontroversial menurut kebanyakan orang pada umumnya, demi menyelamatkan kehidupan saya selanjutnya? 

Egoiskah saya, jika untuk itu semua, ada hati hati manusia lain yang ikut menjadi korbannya?

Berdosakah saya, jika langkah yang saya tempuh, sangat dibenci oleh Nya, walaupun itu halal untuk dilakukan?

Saya tidak tahu. Saya sungguh sungg...</description>
<guid isPermaLink="true">http://wildflower81.multiply.com/journal/item/57/Salahkah_saya</guid>
<pubDate>Sun, 15 Jun 2008 13:30:27 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Dia</title>
<description>Saya masih melihatnya pagi ini. Dalam balutan pakaian biru tua yang sama, tatapan mata yang sama, kosong, tak bernyawa, seolah tak ada geliat kehidupan di sana.

Ia masih terus duduk disana, memandangi lalu lalang manusia dihadapannya termasuk saya yang setiap hari melintas dihadapannya diatas ojek yang saya tumpangi. Beberapa kali saya mencoba melempar senyum menyapanya, tapi dia tetap tak bergeming. Ia ibarat benda mati yang teronggok begitu saja diteras rumahnya. Sepi. Jauh dari peradapan, sunyi. Ia benar benar hidup dalam dunianya sendiri. Dunia yang jauh. Tak tersentuh. Dunia tanpa warna dimana hanya ada dia dan angan angannya.

Saya pernah menyempatkan diri turun dari ojek sekedar untuk menyapanya, tapi ia seolah tak pernah menyadari kehadiran saya. Tak pernah perduli keberadaan saya. Ia hanya memandang lurus kedepan dengan tatapan mata kosong. hampa.

Seperti pagi ini. Saya masih melihatnya terduduk disana dengan mulut komat kamit mengucapkan kalimat kalimat tak jelas. 
...</description>
<guid isPermaLink="true">http://wildflower81.multiply.com/journal/item/56/Dia</guid>
<pubDate>Sat, 7 Jun 2008 12:29:09 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>ibu Aku Ingin Pulang</title>
<description>Ibu tadinya aku pikir aku sanggup mengarungi samudra dengan kedua tanganku,
Namun ternyata aku salah,
Lenganku terlalu lemah untuk melakukannya.

Tadinya aku pikir aku mampu mendaki gunung dengan kedua kakiku,
Namun ternyata aku juga salah,
Kakiku tak sekokoh yang aku kira.

Ibu malam ini ketika memandang berjuta bintang yang bertebaran dilangit,
Tiba tiba aku merasa sangat kecil tanpamu,
Sangat tak berarti disampingmu,
Engkau yang tak  kenal kata menyerah sekian tahun mengarungi samudra,
Mendaki gunung,
Menepis onak dan duri,
Padahal aku tahu kedua lengan dan kakimu tak lebih kuat dan tangguh dibandingkanku.

Ibu tiba tiba aku ingin sejenak berbaring dipangkuanmu,
Berlindung dalam rengkuhan hangat lengan mu,
Merasakan belaian lembut tanganmu di rambutku.

Ibu, malam ini aku ingin pulang.

Bekasi 20 Mei 2008</description>
<guid isPermaLink="true">http://wildflower81.multiply.com/journal/item/55/ibu_Aku_Ingin_Pulang</guid>
<pubDate>Tue, 20 May 2008 04:39:22 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Antara Feminisme, Islam dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga</title>
<description>   &#x3C;p class=&#x22;MsoBodyText&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Dulu saya adalah seorang feminis sejati, pencinta segala propaganda aktifis perempuan tanpa penolakan sedikitpun. Saya sangat mengangungkan dan memuja muja kesamaan hak, kesetaraan gender dalam segala bidang. Saya juga mengibarkan bendera persamaan kedudukan dalam rumah tangga. Bagi saya waktu itu, suami dan istri berlaku azas duduk sama rendah berdiri sama tinggi. Tidak ada bedanya antara laki laki dan perempuan. Perempuan mempunyai hak, kesempatan dan kedudukan yang sama dengan laki laki. Akibatnya sejak remaja saya tumbuh menjadi pribadi yang tomboi. Saya bisa naik ke atap rumah untuk membetulkan letak genteng yang bocor. Saya juga yang selalu membetulkan setrika di rumah saat rusak, saya&#x26;nbsp; yang mereparasi sound system ayah saya ketika trouble, saya juga yang turun ke sumur ketika pompa sanyo ngadat, dan sebagainya.&#x26;nbsp;&#x26;nbsp; &#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: justify;&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: justify;&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Faham faham feminis itu entah kenapa begitu mempesona dan membutakan mata saya sekian lama. Saya merasa sudah semestinya perempuan bergerak ...</description>
<guid isPermaLink="true">http://wildflower81.multiply.com/journal/item/54/Antara_Feminisme_Islam_dan_Kekerasan_Dalam_Rumah_Tangga</guid>
<pubDate>Sat, 17 May 2008 08:28:52 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Pada Sebuah Perjalanan</title>
<description>Hidup kadang menjadi sesuatu yang sulit untuk dilalui, ketika diri kehilangan kendali, jauh dari nilai nilai ukhrawi, 

Ketika kita tidak bisa berserah diri, memasrahkan segalanya pada sang  Pencipta, dan menyadari sepenuhnya bahwa segala yang terjadi tidak lepas dari kehendak Nya.

Ketika kita tidak kunjung menyadari,
bahwa hidup adalah sarana, bukan tujuan.

Masalah demi masalah yang datang menghadang, terlalu berat untuk kita hadapi sendiri, terlalu sulit untuk kita pikul sendiri, namun tak ada masalah tanpa solusi. Dan Kemampuan mencari solusi menentukan parameter nilai diri kita, seberapa jauh kita mampu mencari penyelesaian dengan bijak dan sabar, karena untuk itulah kita terlahir, we born to learn and solve.

Kekuatan bahu kita tidak diukur dari seberapa kuat kita memikul  beban, tapi juga seberapa lembut ia menjadi sandaran bagi orang lain.
Seperti sabda Rasul sebaik baik kita adalah yang banyak memberi manfaat bagi orang lain, dan barang siapa meringankan beban seora...</description>
<guid isPermaLink="true">http://wildflower81.multiply.com/journal/item/53/Pada_Sebuah_Perjalanan</guid>
<pubDate>Fri, 16 May 2008 12:42:04 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Hari Ini</title>
<description>Hari ini saya tahu bahwa tidak akan sama dengan hari kemarin

Hari ini saya juga tahu bahwa apa yang terjadi tidak akan pernah bisa terulang lagi

Hari ini saya juga semakin menyadari bahwa tidak ada satupun yang abadi dimuka bumi 

Hari ini saya kembali mencoba berkompromi dengan segala arogansi
Intimidasi
Yang terus mengalir tiada henti

Hari ini saya hanya ingin belajar
Menyikapi segalanya dengan sabar

Walaupun tidak ada seorangpun perduli
Walaupun semua orang berpaling dan pergi

Hari ini saya tidak ingin menangis lagi,
Karena hari ini terlalu berharga untuk ditangisi.

Hari ini saya ingin menatap kembali
Kepingan kepingan hari yang tertinggal di ujung ujung mimpi

Untuk kembali menatap mentari esok pagi

Sendiri bersama sunyi.

Bekasi, 15 Mei</description>
<guid isPermaLink="true">http://wildflower81.multiply.com/journal/item/52/Hari_Ini</guid>
<pubDate>Thu, 15 May 2008 14:10:33 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Ijinkan aku, oma</title>
<description>Malam ini saat memandang bintang bintang yang jauh bertebaran diujung cakrawala, tiba tiba aku teringat wajahmu oma, seraut wajah teduh yang dulu selalu mampu menyihirku untuk berbaring di pangkuanmu tiap kali aku sedang sedih.
Membelai rambutku,
Mengusap pipiku,
membisikkan untaian kalimat mutiara untuk menentramkanku.

Masihkah engkau mampu mendengar suaraku, oma?
Di balik peraduan panjangmu dalam selimut hangat kain kafan yang membungkus tubuhmu waktu itu.

Aku rindu padamu oma,
Aku ingin bersamamu selalu setiap waktu seperti dulu,

Aku ingin duduk kembali bersamamu ditengah malam gelap sambil memandang bintang bintang yang bertebaran di ujung cakrawala

Aku ingin merasakan kembali sentuhan hangat jemarimu disela ujung ujung rambutku,
Bisikan lembut suaramu di telingaku,
Hangatnya pelukanmu diatas dingin tubuhku

Aku rindu padamu oma,
Aku rindu padamu,
Ijinkan aku untuk sejenak bertemu denganmu malam ini,

Untuk sejenak berbaring dipangkuanmu seperti waktu itu, ...</description>
<guid isPermaLink="true">http://wildflower81.multiply.com/journal/item/51/Ijinkan_aku_oma</guid>
<pubDate>Fri, 9 May 2008 23:44:12 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Ijinkan aku, oma</title>
<description>Malam ini saat memandang bintang bintang yang jauh bertebaran diujung cakrawala, tiba tiba aku teringat wajahmu oma, seraut wajah teduh yang dulu selalu mampu menyihirku untuk berbaring di pangkuanmu tiap kali aku sedang sedih.
Membelai rambutku,
Mengusap pipiku,
membisikkan untaian kalimat mutiara untuk menentramkanku.

Masihkah engkau mampu mendengar suaraku, oma?
Di balik peraduan panjangmu dalam selimut hangat kain kafan yang membungkus tubuhmu waktu itu.

Aku rindu padamu oma,
Aku ingin bersamamu selalu setiap waktu seperti dulu,

Aku ingin duduk kembali bersamamu ditengah malam gelap sambil memandang bintang bintang yang bertebaran di ujung cakrawala

Aku ingin merasakan kembali sentuhan hangat jemarimu disela ujung ujung rambutku,
Bisikan lembut suaramu di telingaku,
Hangatnya pelukanmu diatas dingin tubuhku

Aku rindu padamu oma,
Aku rindu padamu,
Ijinkan aku untuk sejenak bertemu denganmu malam ini,

Untuk sejenak berbaring dipangkuanmu seperti waktu itu, ...</description>
<guid isPermaLink="true">http://wildflower81.multiply.com/journal/item/50/Ijinkan_aku_oma</guid>
<pubDate>Fri, 9 May 2008 23:38:45 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Ketika cinta harus memilih</title>
<description>Ketika layar  sudah tak terkembang lagi. 
Ketika kesepakatan sudah sulit untuk ditegakkan.
Ketika segala upaya damai yang dilakukan tidak lebih dari sekedar kesia siaan.  

Kadang mengakhiri sebuah perkawinan tetap menjadi sebuah pilihan yang tak mengenakkan. Namun terus bertahan dalam situasi penuh konflik juga bukan  solusi menguntungkan.

Perpisahan. Walaupun mungkin hanya itu satu2nya jalan terbaik. Tetap menimbulkan luka menganga yang sulit untuk disembuhkan. Ada terlalu banyak yang harus dikorbankan. Anak2, terutama. Namun adakah pilihan lain untuk situasi seperti ini? Berpisah dengan keuntungan terbebas dari segala kekacauan Atau terus  bertahan dalam situasi konflik dengan keuntungan menyelamatkan status sosial dimata masyarakat?

 Entahlah. Mungkin pilihan ke dua lah yang paling tepat. Mungkin bersembunyi dibalik topeng kepura puraan adalah lebih nyaman ketimbang mengambil keputusan frontal dengan berpisah dan menyandang gelar janda atau duda.

Ketika cinta harus mem...</description>
<guid isPermaLink="true">http://wildflower81.multiply.com/journal/item/49/Ketika_cinta_harus_memilih</guid>
<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 14:48:42 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Ternyata sakit itu nggak enak !</title>
<description>Baru ngerasain beneran kali ini kalo ternyata sakit itu nggak enak banget ! 

Awalnya saya cuma sekedar mikirin kayaknya udah lamaaa banget nggak pernah sakit. Eh abis gitu sakit beneran, kepala pusing, nyut nyutan nggak karu2an, badan demam, oh ya kepala juga muter 7 keliling,

seharian saya nggak bangun dari tempat tidur, menikmati sakit yang benar2 nggak enak buat dinikmatin.

Padahal segala macem obat dari berbagai jenis dan merek udah saya telan habis tetep aja bandel penyakitnya. Pagi2  minum paramex 2 biji sekaligus, nggak ngefek, trus minum ultraflu 3 biji masih nggak mempan juga, siang hari minum sanaflu 3 biji sekaligus tetep nggak ngaruh. Abis gitu saking keselnya gara2 nggak sembuh2 saya minum  neozep 3 biji lagi, masih nggak mempan juga..

Duuh..saat sakit gini, sambil selimutan, tiba2 berjuta fikiran berkecamuk di benak saya. Gimana kalo tiba2 saya mati? Oh tidak..! Saya belum siap..masih terlalu banyak dosa yang menumpuk didepan mata. Tiba2 semua daftar dosa itu ...</description>
<guid isPermaLink="true">http://wildflower81.multiply.com/journal/item/48/Ternyata_sakit_itu_nggak_enak_</guid>
<pubDate>Sat, 26 Apr 2008 15:19:07 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Lets time fixed it, biar waktu yang menyelesaikan segalanya</title>
<description>Kayaknya itu ungkapan yang paling tepat untuk menggambarkan apa yang harus kita lakukan di saat harapan dan impian nyaris pudar. 

Di saat keinginan hanya tinggal angan angan

Di saat kita merasa sudah tidak ada lagi yang bisa kita lakukan untuk mengatasi segala permasalahan.

Serahkan pada waktu, biar waktu yang menyelesaikan segalanya...

Tadinya saya juga sering melakukan hal yang sama. Di saat diri mulai kehilangan harapan akan penyelesaian suatu masalah, cuma kalimat sakti itu yang bisa menentramkan hati.

Tapi ternyata saya salah.

Ternyata kita tidak bisa menyerahkan semuanya pada waktu, dengan berdiam diri membiarkan waktu berjalan dan menyelesaikan segalanya.

Manusia wajib berusaha, Tuhan menentukan.

Kita tidak bisa berputus asa dan berpangku tangan menyerahkan segalanya pada waktu untuk berjalan dan menyelesaikan segalanya.

Sebab bukan waktu yang harus berjalan dan menyelesaikan,
Tetapi kita yang harus terus berusaha dan berjuang mencari jalan keluar per...</description>
<guid isPermaLink="true">http://wildflower81.multiply.com/journal/item/47/Lets_time_fixed_it_biar_waktu_yang_menyelesaikan_segalanya</guid>
<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 00:04:45 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Sedih !</title>
<description>Cuma itu satu kata yang bisa melukiskan perasaan saya saat ini ! 
Akhir2 ini saya sudah mulai terbiasa dengan segala ketidakperdulian disekeliling saya.
Dengan segala ketidak acuhan yang melingkupi hari2 saya.
Pada akhirnya saya memang harus menyadari, 
Bahwa dunia memang tidak pernah bisa di ajak berkompromi,
Untuk selalu mengerti,
Untuk selalu memahami,
Bahwa  apa yang terjadi,
Cukup menyakiti..
Wahai..kemanakah perginya hati nurani...?

Ps.
Tiba2 jadi inget lagu jadul  :

&#x22;Seandainya aku punya sayap
Terbang..terbanglah aku
Ku cari dunia yang lain
Untuk apa disini..&#x22;

Kapan...matahari akan bersinar</description>
<guid isPermaLink="true">http://wildflower81.multiply.com/journal/item/46/Sedih_</guid>
<pubDate>Tue, 22 Apr 2008 10:39:03 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Beteeeeeee abizzzz !</title>
<description>Nggak tau kenapa tiba2 saya bete banget hari ini! Semua jadi serba salah, nggak ada yang bener!&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Mulai dari pagi2 pas mo brangkat kerja tiba2 lampu mati padahal nggak punya persediaan air sama sekali, akhirnya dengan sangat terpaksa saya berangkat kerja tanpa mandi, sambil membawa semua atribut  mandi ke kantor, trus mandi deh di kamar mandi kantor dengan suksesnya. Abis mandi ada aja temen yang nyeletuk &#x22;padahal nggak mandi juga nggak papa, kambing nggak mandi juga mahal kok&#x22; tega banget deh nyama2in saya ma kambing !

Abis mandi, balik lagi ke ruangan, trus pura pura sibuk seperti biasa, eh pas udah siang hari baru nyadar kalo rok yang saya pake kebalik. Bagian depan di belakang, bagian belakang didepan ! Ketauan banget kebaliknya soalnya rok bagian depan ada bunga2 nya sedangkan yang belakang polos. Nah ini yang polos di depaaan yang ada bunga2 nya di blakaaang.Pantes beberapa orang yang saya temuin pada senyum2 penuh arti.

Tapi itu semua belum seberapa. Sore pas pulang kerja ger...</description>
<guid isPermaLink="true">http://wildflower81.multiply.com/journal/item/45/Beteeeeeee_abizzzz_</guid>
<pubDate>Sat, 19 Apr 2008 13:25:59 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Pada Sebuah Dinding Hati</title>
<description>&#x3C;a href=&#x22;/photos/hi-res/upload/SAg35goKCqoAAA5Y0ZY1&#x22;&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignmiddleb&#x22; src=&#x22;http://images.wildflower81.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SAg35goKCqoAAA5Y0ZY1/hearthand.jpg?et=WYnwvYmCFRnIXqwDuGeEng&#x26;amp;nmid=&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;Pada sebuah dinding hati&#x3C;br&#x3E;Tlah ku pahatkan sebutir asa&#x3C;br&#x3E;ku goreskan sebait cinta&#x3C;br&#x3E;Untuk selalu ku genggam&#x3C;br&#x3E;Dan ku dekap hingga mataku terpejam&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Inginnya aku membawanya menjelang&#x3C;br&#x3E;Goresan tintaku yang seakan tak akan pernah pudar didinding hatimu&#x3C;br&#x3E;Membawanya terbang ke bulan&#x3C;br&#x3E;Berkejaran diantara bintang bintang&#x3C;br&#x3E;Bersembunyi di balik awan&#x3C;br&#x3E;Bersenda gurau dibalik sinar rembulan&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Namun apa daya&#x3C;br&#x3E;Aku hanya manusia biasa&#x3C;br&#x3E;Tanpa sesuatupun yang istimewa&#x3C;br&#x3E;Untuk mampu membawamu terbang ke angkasa&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Sia sia aku meratapi ujung kakimu&#x3C;br&#x3E;Engkau tetap berbalik dan menghilang&#x3C;br&#x3E;meninggalkan ku sendiri&#x3C;br&#x3E;Ditengah malam sunyi&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Pada dinding hati milikmu&#x3C;br&#x3E;Kan selalu ku ukir goresan tinta emasku&#x3C;br&#x3E;untuk selalu ku jaga&#x3C;br&#x3E;Hingga masaku tiba&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;  </description>
<guid isPermaLink="true">http://wildflower81.multiply.com/journal/item/44/Pada_Sebuah_Dinding_Hati</guid>
<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 05:57:08 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Rudi, My Best Friend Wedding</title>
<description>Selamat menempuh hidup baru semoga menjadi keluarga sakinah  mawadah</description>
<guid isPermaLink="true">http://wildflower81.multiply.com/photos/album/12/Rudi_My_Best_Friend_Wedding</guid>
<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 09:29:03 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>yang ini sodara sepupu, namanya Zahra Zahiya...</title>
<guid isPermaLink="true">http://wildflower81.multiply.com/photos/album/11/yang_ini_sodara_sepupu_namanya_Zahra_Zahiya...</guid>
<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 10:19:11 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Neta</title>
<guid isPermaLink="true">http://wildflower81.multiply.com/photos/album/10/Neta</guid>
<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 10:17:06 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Abhie</title>
<guid isPermaLink="true">http://wildflower81.multiply.com/photos/album/9/Abhie</guid>
<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 10:13:54 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Hari Pertama di FLP Bekasi</title>
<description> &#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Siang yang terik. Matahari bersinar seolah hendak membakar bumi. Saya melangkahkan kaki bergegas diantara deru dan debu angkot dan bis tigaperempat di terminal Bekasi. Masih belum mengerti harus ke arah mana untuk sampai ke masjid Muhajirin. Perjlaanan panjang dari cibitung menggunakan angkot 36 B benar benar menguras tenaga. Saya berdiri di pinggir jalan mengamati kendaraan lalu lalang mencoba mengingat ingat rute angkot sesuai petunjuk teman kemarin. Yap. Akhirnya saya ingat. Saya harus ke Rumah sakit mitra keluarga dulu kemudian naik becak mencari masjid muhajirin tempat pertemuan FLP digelar. Ternyata saya cerdas juga yah...&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Perjalanan panjang dan melelahkan itupun akhirnya berakhir juga. Masjid Muhajirin kini berdiri dengan megah didepanmata. Saya melangkahkan kaki kehalamannya. Nyaris lupa membayar becak yang barusan saya tumpangi. Untung abang becaknya baik hati hanya menegur dengan lembut. Coba kalu saya yang jadi abang becaknya&#x2026;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Sesaat Saya tertegun dipelataran masjid besar itu...</description>
<guid isPermaLink="true">http://wildflower81.multiply.com/journal/item/43/Hari_Pertama_di_FLP_Bekasi</guid>
<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 09:31:19 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Hari Pertama di FLP Bekasi</title>
<description>Siang yang terik. Matahari bersinar seolah hendak membakar bumi. Saya melangkahkan kaki bergegas diantara deru dan debu  angkot dan bis tigaperempat di terminal Bekasi. Masih belum mengerti harus ke arah mana untuk sampai ke masjid Muhajirin. Perjlaanan panjang dari cibitung menggunakan angkot 36 B benar benar menguras tenaga. Saya berdiri di pinggir jalan mengamati kendaraan lalu lalang mencoba mengingat ingat rute angkot sesuai petunjuk teman kemarin. Yap. Akhirnya saya ingat. Saya harus ke Rumah sakit mitra keluarga dulu kemudian naik becak mencari masjid muhajirin tempat pertemuan FLP digelar. Ternyata saya cerdas juga yah...

Perjalanan panjang dan melelahkan itupun akhirnya berakhir juga. Masjid Muhajirin kini berdiri dengan megah didepanmata. Saya melangkahkan kaki kehalamannya. Nyaris lupa membayar becak yang barusan saya tumpangi.  Untung abang becaknya baik hati hanya menegur dengan lembut. Coba kalu saya yang jadi abang becaknya&#x2026;

Sesaat Saya tertegun dipelataran masjid ...</description>
<guid isPermaLink="true">http://wildflower81.multiply.com/calendar/item/10002/Hari_Pertama_di_FLP_Bekasi</guid>
<pubDate>Mon, 14 Apr 2008 10:34:56 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>hari Pertama di FLP Bekasi</title>
<description>Siang yang terik. Matahari bersinar seolah hendak membakar bumi. Saya melangkahkan kaki bergegas diantara deru dan debu  angkot dan bis tigaperempat di terminal Bekasi. Masih belum mengerti harus ke arah mana untuk sampai ke masjid Muhajirin. Perjlaanan panjang dari cibitung menggunakan angkot 36 B benar benar menguras tenaga. Saya berdiri di pinggir jalan mengamati kendaraan lalu lalang mencoba mengingat ingat rute angkot sesuai petunjuk teman kemarin. Yap. Akhirnya saya ingat. Saya harus ke Rumah sakit mitra keluarga dulu kemudian naik becak mencari masjid muhajirin tempat pertemuan FLP digelar. Ternyata saya cerdas juga yah...

Perjalanan panjang dan melelahkan itupun akhirnya berakhir juga. Masjid Muhajirin kini berdiri dengan megah didepanmata. Saya melangkahkan kaki kehalamannya. Nyaris lupa membayar becak yang barusan saya tumpangi.  Untung abang becaknya baik hati hanya menegur dengan lembut. Coba kalu saya yang jadi abang becaknya&#x2026;

Sesaat Saya tertegun dipelataran masjid ...</description>
<guid isPermaLink="true">http://wildflower81.multiply.com/calendar/item/10001/hari_Pertama_di_FLP_Bekasi</guid>
<pubDate>Mon, 14 Apr 2008 10:30:28 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Sang Dewa</title>
<description> &#x3C;a href=&#x22;/photos/hi-res/upload/SAMq3woKCqoAACJrgyE1&#x22;&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignleft&#x22; src=&#x22;http://images.wildflower81.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SAMq3woKCqoAACJrgyE1/my-lightning.jpg?et=r9TKCsWeWKdNZxZCO9uN3w&#x26;amp;nmid=&#x26;amp;nmid=91120395&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E; Senja temaram. angin sore berhembus sepoi sepoi menerpa wajah saya. udara lembab sisa hujan tadi siang menyisakan hawa dingin menembus sumsum tulang&#x3C;br&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Saya merapatkan&#x26;nbsp; sweater mencoba menahan hawa dingin yang terus menembus kulit. jalanan sepi. hanya angkot dan beberapa kendaraan pribadi yang melintas.&#x26;nbsp; saya terus melangkahkan kaki menyusuri trotoir pinggir jalan. menembus senja yang semakin cepat beranjak ke peraduannya.&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Kegelapan mulai menyelimuti alam.&#x26;nbsp; Segerombolan burung gereja tampak terbang tak beraturan menembus awan hitam pekat yang&#x26;nbsp; kini menggantung di udara. alam semakin tak bersahabat. desau angin berhembus kian kencang menerbangkan dedaunan yang berserakan sepanjang jalan.&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;saya masih meneruskan langkah sambil mendekap erat tas di dada. mencoba mengusir hawa dingin yang kian menusuk kulit. entah kemana langkah kaki ini hendak membawa pergi. saya tidak perduli. bayangan kelam itu bagai&#x26;nbsp; kepingan puzle menari nari di pelupuk mata. menyiksa.&#x26;nbsp; saya te...</description>
<guid isPermaLink="true">http://wildflower81.multiply.com/journal/item/42/Sang_Dewa</guid>
<pubDate>Mon, 14 Apr 2008 09:59:24 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Ketika Bos Kecil Pergi</title>
<description> &#x3C;a href=&#x22;/photos/hi-res/upload/SAB52AoKCqoAAE9DZks1&#x22;&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignleft&#x22; src=&#x22;http://images.wildflower81.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SAB52AoKCqoAAE9DZks1/kscan_0018.jpeg?et=HB57exuiefcE6IJ13QJyFA&#x26;amp;nmid=&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;   	 	 	 	 	 	 	 	  &#x3C;p style=&#x22;margin-bottom: 0cm;&#x22; align=&#x22;justify&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Gini nih.... suasana kalau bos kecil pergi (kecuali saya tentunya) . Perayaan. Itu lah istilah yang di buat bos kecil untuk menggambarkan tingkah anak buahnya tiap ditinggal pergi. Entah bagaimana kronologisnya sampai istilah itu bisa terucap dari bibir seksinya. tapi nyatanya memang cuma istilah itu yang paling bisa menggambarkan suasana tiap kali ia pergi. &#x3C;/font&#x3E; &#x3C;/p&#x3E; &#x3C;p style=&#x22;margin-bottom: 0cm;&#x22; align=&#x22;justify&#x22;&#x3E;&#x3C;br&#x3E; &#x3C;/p&#x3E; &#x3C;p style=&#x22;margin-bottom: 0cm;&#x22; align=&#x22;justify&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Bos satu ini  memang lain dibanding bos kami yang lain. Tidak ada senyum. Tidak ada tawa. Tidak ada tegur sapa.  Ia benar benar memperlakukan anak buahnya persis seperti benda mati.  Tanpa kompromi. &#x3C;/font&#x3E; &#x3C;/p&#x3E; &#x3C;p style=&#x22;margin-bottom: 0cm;&#x22; align=&#x22;justify&#x22;&#x3E;&#x3C;br&#x3E; &#x3C;/p&#x3E; &#x3C;p style=&#x22;margin-bottom: 0cm;&#x22; align=&#x22;justify&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Ia tidak bisa di beri alasan sedikitpun kenapa laporan terlambat. &#x3C;/font&#x3E; &#x3C;/p&#x3E; &#x3C;p style=&#x22;margin-bottom: 0cm;&#x22; align=&#x22;justify&#x22;&#x3E;&#x3C;br&#x3E; &#x3C;/p&#x3E; &#x3C;p style=&#x22;margin-bottom: 0cm;&#x22; align=&#x22;justify&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Komputer ngantri ? jangan jadikan alat sebagai kambing hitam !&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E; &#x3C;p style=&#x22;margin-bottom: 0cm;&#x22; align=&#x22;justify&#x22;&#x3E;&#x3C;br&#x3E; &#x3C;/p&#x3E; &#x3C;p style=&#x22;margin-bottom: 0cm;&#x22; align=&#x22;justify&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Pekerjaan yang lain menumpuk dan harus diselesaikan semua ? buat skala prioritas !&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E; &#x3C;p style=&#x22;margin-bottom: 0cm;&#x22; align=&#x22;justify&#x22;&#x3E;&#x3C;br&#x3E; &#x3C;/p&#x3E; &#x3C;p style=&#x22;margin-bottom: 0cm;&#x22; align=&#x22;justify&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Kekurangan waktu ? kamu kan masih sempet ngobrol, masih sempet minum kopi, masih sempet ngrumpi bla bla bla..&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E; &#x3C;p style=&#x22;margin-bottom: 0cm;&#x22; align=&#x22;justify&#x22;&#x3E;&#x3C;br&#x3E; &#x3C;/p&#x3E; &#x3C;p style=&#x22;margin-bottom: 0cm;&#x22; align=&#x22;justify&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Pokoknya no reason ! &#x3C;/font&#x3E; &#x3C;/p&#x3E; &#x3C;p style=&#x22;margin-bottom: 0cm;&#x22; align=&#x22;justify&#x22;&#x3E;&#x3C;br&#x3E; &#x3C;/p&#x3E; &#x3C;p style=&#x22;margin-bottom: 0cm;&#x22; align=&#x22;justify&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Ia benar benar seorang perfekionis sejati yang tidak b...</description>
<guid isPermaLink="true">http://wildflower81.multiply.com/journal/item/41/Ketika_Bos_Kecil_Pergi</guid>
<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 09:09:39 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Cinta Yang Tak Pernah Mati Untuk Olivia</title>
<description> &#x201C;bangun vi....ini mama nak...&#x201C; astrid menggenggam tangan olivia erat seolah tak ingin melepaskannya lagi. tapi mata buah hatinya itu tak kunjung terbuka. ia tetap terpejam erat seolah tidak menyadari kehadiran astrid disampingnya.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x201C;vi..bangun sayang...ovi sayang mama kan? ovi nggak pengen mama sedih kan? kalo ovi nggak pengen mama sedih ovi bangun ya sayang..mama sudah beliin boneka barbie buat ovi..&#x201C; ia meletakkan boneka barbie baru yang telah lama diidam idamkan oliv disisi pembaringannya. tapi olivia tetap tak bergerak. ia tetap tak bergeming di tempat tidurnya  di antara selang2 yang menancap disekujur tubuhnya. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;pipinya yang biasanya merona merah itu kini pucat. bibir mungilnya yang biasanya tak pernah berhenti berceloteh riang kini terkatub diam. mata bulatnya yang biasanya bersinar kini terpejam rapat. ia tak bergeming sedikitpun walaupun astrid tak henti2nya membisikkan kata2 diantara derai air matanya.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;dokter memang telah mengatakan bahwa hanya suatu keajaiban lah yang bisa meny...</description>
<guid isPermaLink="true">http://wildflower81.multiply.com/journal/item/38/Cinta_Yang_Tak_Pernah_Mati_Untuk_Olivia</guid>
<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 02:15:32 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>ultah adel</title>
<description>ultah adel yang ke</description>
<guid isPermaLink="true">http://wildflower81.multiply.com/photos/album/7/ultah_adel</guid>
<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 10:10:27 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Jadul moment, temen-temen SMAN I Purworejo</title>
<description>anda salah satu di antara mereka...? please contact me</description>
<guid isPermaLink="true">http://wildflower81.multiply.com/photos/album/3/Jadul_moment_temen-temen_SMAN_I_Purworejo</guid>
<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 06:00:41 -0000</pubDate>
</item>

</channel>
</rss>